Teheran, LiputanIslam.com –  Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Sayyid Ali Khamenei memuji ancaman Presiden Iran Hassan Rouhani terkait dengan aktivitas ekspor minyak di Teluk Persia dan menilainya sebagai pernyataan penting yang mencerminkan kebijakan dan metode Republik Islam Iran.

Belum lama ini Amerika Serikat (AS) mengancam akan mencegah ekspor minyak Iran. Ancaman ini dibalas Rouhani dengan ancaman; “Jika Iran sampai tak dapat mengekspor minyak maka tak akan ada satupun negara di kawasan ini dapat mengekspor minyaknya.”

Pujian atas tanggapan Presiden Iran ini disampaikan Ayatullah Khamenei dalam kata sambutannya saat ditemui Menlu Iran Mohammad Javad Zarif serta para pejabat Kemlu, dubes dan diplomat Iran di Teheran, Sabtu (21/7/2018).

Sebelumnya, menindak lanjuti ancaman Rouhani, komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Mayjen Mohammad Ali Jafari juga mengancam akan menutup Selat Hormuz jika Iran tak dapat mengekspor minyak akibat tekanan AS, dan dengan demikian semua negara lain di Teluk Persia juga tidak akan dapat mengekspor minyak.

Militer AS kemudian menanggapi ancaman ini dengan mengaku siap menjamin kebebasan jalur pelayaran tanker-tanker minyak.

Ayatullah Khamenei lebih lanjut mengingatkan bahwa percuma berunding dengan AS karena negara arogan ini memang tidak akan konsisten kepada perjanjian yang ditekennya.

“Sebagaimana pernah saya katakan, pernyataan maupun tanda tangan AS tak dapat dipercaya, sehingga percuma berunding dengannya,” tegasnya.

Dia menambahan, “Salah besar anggapan bahwa solusi untuk berbagai persoalan dapat ditemukan melalui negosiasi ataupun hubungan dengan AS.”

Seperti diketahui, AS telah keluar secara sepihak dari perjanjian nuklir yang diteken Iran bersama lima negara anggota tetap PBB plus Jerman. AS kemudian menempuh tindakan-tindakan untuk menerapkan sanksi dan embargo ekonomi terhadap Iran per 1 Agustus 2108, namun negara-negara lain penandatangan perjanjian nuklir Iran itu menolak sikap AS tersebut.

Mengenai Eropa Ayatullah Khamenei mengatakan, “Perundingan dengan Eropa harus dilanjutkan, tapi kita tak dapat menunggu jawaban dari mereka tanpa batas waktu.”

Presiden AS Donald Trump pernah mengatakan kesiapannya menjalin perjanjian baru dengan Iran yang selain berkenaan dengan program nuklir juga mencakup proyek rudal balistik Iran dan sepak terjangnya di Timteng.

Menanggapi hal ini Ayatullah Khamenei mengatakan bahwa AS bermaksud memutar balik keadaan seperti era pra revolusi Islam Iran tahun 1979. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*