Teheran, LiputanIslam.com –  Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menilai Amerika Serikat (AS) sia-sia berpikir akan dapat menekuk dan menghabisi pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) karena tak ubahnya dengan bermaksud menghabisi revolusi Islam dan Iran itu sendiri.

Dalam kata sambutannya saat ditemui oleh para petinggi dan anggota IRGC pada peringatan Milad Imam Husain as di Teheran, Selasa (9/4/2019), Ayatullah Khamenei memastikan bahwa AS getol memusuhi IRGC karena pasukan ini selalu berada di garis terdepan dalam membela negara dan revolusi Islam.

Menurutnya, sudah 40 tahun AS mengerahkan segenap kemampuannya namun tak dapat berbuat apa-apa di depan Republik Islam Iran, sementara “revolusi dan pemerintahan Islam (Iran) memiliki jangkauan yang panjang di kawasan dan bahkan dunia”, dan peran IRGC sangat menonjol dalam gerakan perlawanan terhadap musuh di semua gelanggang.

“IRGC terdepan dalam  operasi dan pencegatan musuh di garis perbatasan, dan bahkan di jarak sejauh ribuan kilometer (dari perbatasan) dan di sekitar pusara suci Sayyidah Zainab serta dalam perlawanan politik terhadap musuh,” ujarnya.

Dia melanjutkan, “AS sia-sia membayangkan konspirasi anti-IRGC, yang sebenarnya adalah anti revolusi dan Iran, dan melakukan provokasi. Tentu tak ada tempat untuk aksi makar ini, tipu daya akan berbalik kepada mereka sendiri. Musuh-musuh Republik Islam Iran semisal Trump dan orang-orang bodoh di sekitarnya dalam pemerintahan AS justru sedang perjalanan menukik.”

Sayyid Ali Khamenei memandang konspirasi demi konspirasi yang digalang AS terhadap Iran justru menandakan ketidak berdayaan AS dalam upayanya menghadang gerakan bangsa Iran.

“Sejak 40 tahun silam musuh melakukan berbagai jenis tekanan politik, ekonomi, dan propaganda anti bangsa Iran, tapi sampai sekarang Republik Islam Iran masih prima. Mereka tak dapat melakukan tindakan bodoh apapun,” ungkapnya.

Dia mengatakan bahwa Iran memiliki jangkauan dan pengaruh yang besar di kawasan serta wibawa dan ketangguhan yang semuanya berpangkal bukan pada kekuatan senjata nuklir.

“Kami sejak awal sudah menekankan bahwa kami tidak memerlukan senjata nuklir. Karena itu, kekuatan dan kehormatan yang dinikmati bangsa Iran di depan mata dunia bersumber pada keteguhan, pengormatan, dan wawasan publiknya,” terangnya.

Dia lantas memastikan bahwa revolusi Islam Iran akan terus bergerak maju, sembari mengimbau segenap generasi muda Iran, terutama yang berada di IRGC, agar menentukan peranan masing-masing dalam gerakan ini, termasuk dengan meneladani para wali Allah dalam menjalankan kewajibannya karena Allah dan di jalanNya.

Seperti diketahui, Presiden AS Donald Trump secara resmi telah memutuskan untuk mencantumkan IRGC dalam daftar organisasi teroris. Pernyataan ini lantas dibalas oleh Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran dengan deklarasi bahwa pemerintah AS adalah rezim pendukung terorisme, dan bahwa Komando Pusat AS (CENTCOM) dan semua pasukan yang terkait dengannya adalah teroris. (mm/alalam/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*