Ali KhameneiTeheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Grand Ayatulllah Ali Khamenei merilis pesan kepada para jamaah haji berisikan imbauan supaya mereka memanfaatkan dengan baik momen ini untuk menggalang kesucian jiwa dan membangun spiritualitas yang, menurutnya, merupakan anugerah haji yang tertinggi, tetapi di saat sama juga memberikan kepedulian kepada persoalan utama Dunia Islam yang juga merupakan salah satu kewajiban besar bagi mereka dalam menunaikan ibadah haji.

“Haji merupakan simbol persatuan dan solidaritas serta merupakan arena persaudaraan dan gotong royong. Segenap jamaah hendaknya menimba pelajaran berupa pengutamaan titik-titik persamaan dan mengenyahkan pertikaian. Siasat pemecah belahan antarumat Islam semakin intensif dan sengit setelah permusuhan kubu mustakbir dan Zionis terlihat jelas bagi bangsa-bangsa Islam berkat kebangkitan Islam dan telah diambilnya sikap yang semestinya.

“Musuh yang mengecoh telah mengobarkan api perang saudara antarumat Islam dengan tujuan menyelewengkan perlawanan dan mujahadah mereka serta demi menjaga eksistensi dan keamanan Zionis dan para antek kaum mustakbir yang notabene musuh sejati umat Islam. Mempersenjai kelompok-kelompok teroris, takfiri dan semisalnya di negara-negara bagian barat Asia adalah dalam rangka kebijakan penuh tipu daya tersebut. Semua ini merupakan peringatan bagi kita semua untuk menempatkan masalah persatuan dalam skala prioritas kewajiban nasional dan kenegaraan,” ungkapnya, sebagaimana dilansir Alalam, Jumat (3/10).

Dia menambahkan bahwa masalah Palestina juga merupakan isu krusial bagi umat. Menurutnya, setelah berlalu 65 tahun sejak berdirinya negara ilegal Israel, ada dua fakta yang telah diketahui oleh semua orang.

Pertama, Israel tidak mengenal batas dalam menerjang semua norma kemanusiaan dan moral sehingga menghalalkan pembunuhan orang-orang yang tak berdosa di Gaza, termasuk anak-anak kecil dan kaum perempuan.

Kedua, pembantaian massal tidak dapat menyukseskan ambisi Rezim Zionis dan para pendukungnya, dan Israel justru semakin mendekati kebinasaannya. Perlawanan sengit Gaza selama 50 hari hingga kesediaan Israel menerima syarat-syarat para pejuang Palestina telah membuktikan ketidak berdayaan kaum Zionis.

Ayatullah Khamenei menambahkan bahwa semua ini menunjukkan bahwa sudah seharusnya bangsa Palestina semakin optimis dibanding masa-masa sebelumnya, dan bangsa-bangsa Muslimpun hendaknya mendesak pemerintah masing-masing supaya memberikan dukungan nyata dan serius kepada Palestina.

Lebih lanjut dia mengangkat dikotomi “Islam yang murni” dan “Islam ala Amerika Serikat (AS)”.

“Para aktivis yang ikhlas di Dunia Islam hendaknya membedakan dengan cerdas antara Islam Muhammadi yang murni dan Islam ala AS. Jangan sampai merancukan antara keduanya,” imbaunya.

Dia menjelaskan bahwa Islam yang murni adalah Islam penuh ketakwaan, memiliki kehormatan nasional, bersikap keras terhadap kaum kafir dan berkasih sayang antar sesamanya, sedangkan Islam ala AS adalah pakaian Islam yang dikenakan oleh para antek antek asing dan musuh-musuh Islam. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL