Teheran, LiputanIslam.com –  Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Grand Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyatakan bahwa tekad dan perlawanan bangsa Palestina dalam perang mendatang melawan Israel akan membuat rezim Zionis ini menyerah kepada kehendak bangsa Palestina dalam kurun waktu tak sampai 48 jam.

Hal itu dia ungkapkan dalam kata sambutannya saat menerima kunjungan Sekjen Jihad Islam Palestina Ziad al-Nakha di Teheran, Senin (31/12/2018).

Dia mengatakan bahwa dengan bantuan Allah SWT, Palestina akan tetap kuat, dan bahkan tak terlalu lama lagi akan tercapai kemenangan final atas Israel.

Dia menambahkan bahwa kelanjutan dari kemenangan yang dicapai oleh rakyat Palestina bergantung pada kontinyuitas resistensi, dan selama ini para pejuang Palestina juga telah berhasil merontokkan mitos kedigdayaan Israel dalam agresi pertamanya ke Gaza yang berlangsung selama 22 hari, dan agresi keduanya yang hanya berlangsung 8 hari, padahal sebelum itu bahkan pasukan negara-negara Arab tak sanggup menimpakan kekalahan pada Israel.

Ayatullah Khamenei mengingatkan bahwa kubu arogan dunia melancarkan tekanan hebat terhadap Iran dengan tujuan memalingkan negara republik Islam dari “tanggung jawab religius dan rasionalnya” terkait isu Palestina. Namun, dia memastikan bahwa tekanan ini tidak akan menghalangi upaya Iran menunaikan tanggung jawab itu, terutama ketika kaum Zionis akan terus berproses menuju kehancurannya selagi resistensi terus berlanjut. .

“Telah ada perimbangan jelas yang menegaskan bahwa jika Anda sekalian (para pejuang Palestina) melanjutkan resistensi maka kemenangan akan menjadi milik Anda. Berkat anugerah Allah, bangsa Palestina terus melawan, dan merasakan hasil kemenangan resistensinya. Sebagaimana Anda saksikan, belum sampai 48 jam agresinya rezim pendudukan Israel memilih berkomitmen pada gencatan senjata. Ini berarti ketertundukan Rezim Zionis, dan ini merupakan salah satu anugerah utama ilahi dan faktor utama kemenangan-kemenangan bangsa Palestina yang berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir,” paparnya.

Di pihak lain, Ziad al-Nakhla berterima kasih kepada Ayatullah Khamenei atas sambutannya, dan melaporkan perkembangan situasi di Palestina serta kemampuan dan kesiapan kelompok-kelompok pejuang Palestina.

Dia mengatakan bahwa penduduk Gaza mendapat tekanan besar dari kaum Zionis, terutama terkait dengan prakarsa Deal of The Century. Namun, aksi unjuk rasa mereka setiap hari Jumat dapat membendung konspirasi itu, dan ini terbukti antara lain dari keterpaksaan Israel menerapkan gencatan senjata setelah kurang dari 48 jam agresi terbarunya terhadap Gaza.

“Ini menunjukkan bahwa Israel mulai mengetahui betapa kemampuan kubu resistensi Islam di Palestina sudah menjadi lebih kuat daripada sebelumnya,” ungkap al-Nakhla.

Dia juga memastikan bahwa Tel Aviv dan banyak permukimn Zionis akan kehujanan rudal para pejuang Palestina jika dalam peristiwa itu Israel masih melanjutkan agresinya. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*