Qom, LiputanIslam.com –  Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Grand Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) akan menderita “kekalahan yang belum pernah terjadi sebelumnya” dalam menerapkan sanksi dan tekanan terhadap Iran.

Dalam pidatonya di depan masyarakat kota Qom, Rabu (9/1/2019), Ayatullah Khamenei mengatakan bahwa AS berkoar tentang “sanksi terkuat dalam sejarah” terhadap Iran, “tetapi bangsa Iran, insya Allah, akan membuat mereka menderita kekalahan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah. ”

“Negara dan pihak berwenang harus bekerja dengan penuh seksama untuk mengubah sanksi AS menjadi kekalahan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada Setan Besar ini, sebagaimana terjadi selama era Pertahanan Suci (perang delapan tahun yang dipaksakan rezim diktator mendiang Saddam Hossein di Irak terhadap Iran),” serunya.

AS menjatuhkan sanksi terhadap Iran sejak kemenangan Revolusi Islam pada tahun 1979, dan kemudian menekannya dengan sanksi baru pada tahun 1987, yaitu ketika dukungan Barat kepada perang Irak terhadap Iran menemukan puncaknya.

Washington mencabut beberapa sanksi setelah penerapan perjanjian nuklir Iran dengan beberapa negara terkemuka dunia, termasuk AS. Namun, pada tahun lalu AS keluar dari kesepakatan ini secara sepihak, dan menerapkan lagi sanksi-sanksinya terhadap Iran, meskipun kesepakatan nuklir itu telah diratifikasi dalam bentuk resolusi Dewan Keamanan PBB.

Ayatullah Khamenei mengimbau bangsa Iran agar tetap solid dalam menghadapi “militerisme, gertakan, dan omong kosong AS dan Eropa.”

“Ancaman, kata-kata, janji, dan bahkan tanda tangan mereka tidak layak dipercaya,” ungkapnya.

Dia juga menyinggung adanya pejabat AS yang memprediksi bahwa di Iran akan terjadi “perubahan rezim” pada akhir 2018.

Dia mengatakan, “Beberapa waktu yang lalu, seorang politisi AS dalam pertemuan para teroris dan bajingan mengaku berharap dapat merayakan Natal di Teheran.”

Pejabat AS yang dimaksud adalah Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton yang sering berbicara pada pertemuan-pertemuan kelompok teroris anti-Iran, MKO.

“Sebelum 2019, kita di sini akan merayakannya di Teheran,” kata Bolton pada pertemuan MKO pada Juli 2017.

Ayatollah Khamenei berkomentar, “Natal sudah berlangsung beberapa hari yang lalu. Beginilah perhitungan AS… Beberapa pejabat AS berlagak marah. Tentu saja saya tidak setuju dengan itu. Sebaliknya, mereka adalah idiot nomor wahid, ” katanya.

Ayatullah Khamenei kemudian mengingatkan bahwa pada masa perang Iran-Irak, musuh-musuh Iran bahkan tidak memperkenankan negara republik Islam ini memiliki sekedar kawat berduri. Tapi Iran lantas mengubah  sanksi Barat justru sebagai kesempatan untuk mandiri dan mengembangkan bakat dalam negeri sehingga Iran sekarang menjelma sebagai kekuatan besar yang tak tertandingi di kawasan. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*