afghanistan_bantahan ayatullah kabuli 1Qum, LiputanIslam.com – Kantor Ayatullah Mohaghegh Kabuli di kota Qum, Iran, menepis berita yang berasal dari Harian The Wall Street Journal terbitan Amerika Serikat (AS) dan Radio BBC perihal perekrutan warga Afghanistan oleh Iran untuk ikut berperang di Suriah.

Menurut laporan FNA Senin (19/5), Kantor Ayatullah Kabuli dalam siaran persnya yang dirilis Sabtu (19/5) menyatakan tidak benar laporan bahwa pihaknya telah membenarkan berita perekrutan warga Afghanistan tersebut.

Ayatullah Mohaghegh Kabuli adalah salah satu ulama panutan umat Islam Afghanistan yang tinggal di kota Qum, Iran. Berikut ini pernyataan lengkap kantor Ayatullah Kabuli:

Kantor Ayatullah Uzma Mohaghegh Kabuli –semoga Allah senantiasa menjaganya- menepis laporan BBC tanggal 17 Mei 2014.

Umat Islam, saudara dan saudari imigran, semoga Allah senantiasa memberikan pertolongan kepada Anda semua.

Telah tersiar laporan pada tanggal 17 Mei 2014 dari Radio BBC dan Radio Ashena yang dikutip dari laporan beberapa surat kabar Barat bahwa Kantor Ayatulllah Uzma Mohaghegh Kabuli –semoga Allah senantiasa menjaganya- membenarkan berita pengiriman para imigran Afghanistan ke Suriah oleh Garda Revolusi Islam.

Maka dengan ini diberitahukan bahwa Kantor Ayatullah Mohaghegh Kabuli membantah laporan tersebut serta mengecam penisbatan berita itu kepada kantor beliau.

Dalam pandangan Ayatullah Uzma Kabuli, pengesanan Perang Suriah sebagai bermotif mazhab atau pengarahannya kepada perang bernuansa mazhab tidaklah membawa maslahat bagi umat Islam dan negara-negara regional. Karena itu beliau berharap kepada negara-negara yang berpengaruh di Suriah agar menghindari campurtangan dalam urusan internal Suriah serta membebaskan umat Islam dan rakyat Suriah yang teraniaya dari api fitnah yang dikobarkan oleh musuh bersama Syiah dan Sunni.

Wassalam wr. wb.

Kantor Qum

Mohammad Hassan Arefi

afghanistan_bantahan ayatullah kabuli

Sebelumnya, Harian The Wall Street Journal dalam laporannya Kamis (15/5/2014) mengabarkan Iran telah merekrut warga Afganistan untuk berperang di Suriah dengan imbalan 500 Dolar AS perbulan dan mendapatkan izin tinggal di Iran. Menurut harian tersebut, rincian berita tentang ini dibenarkan oleh kantor Ayatullah ulama besar Syiah asal Afghanistan, Ayatullah Mohagheg Kabuli. Berita itu kemudian dikutip dan disebar luaskan oleh berbagai media Arab dan dunia. Harian Kompas edisi Jumat (16/5) juga turut memberitakannya.

Pemerintah Iran sendiri telah menepis campur tangan langsung Iran dalam perang Suriah. Juru bicara perwakilan Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Hameed Babaei mengatakan, “Keterlibatan Iran di Suriah hanya sebatas memberikan pengarahan untuk melawan para ekstremis Al-Qaeda yang telah melakukan banyak pembunuhan dan pertumpahan darah.”

Hujjatul Islam Said Ahmadi, pejabat kantor Ayatullah Kabuli sebelumnya juga sudah membantah laporan yang menyudutkan Iran tersebut. Dia menyebut klaim The Wall Street Journal bahwa kantor Ayatullah Mohaghegh Kabuli membenarkan berita pemanfaatan para pengungsi Afghanistan oleh Iran untuk dikirim ke Suriah dan berperang melawan oposisi pemerintahan Bashar al-Assad sebagai pertanda kekalahan Barat dan kaum takfiri di Suriah. “Mereka sengaja menggunakan cara-cara bohong dengan tujuan memecah belah Syiah dan Sunni di Afghanistan dan berbagai penjuru dunia,” tandas Said Ahmadi, sebagaimana diberitakan Jahan News Sabtu (17/5).

Dia juga mengatakan bahwa kalaupun di Suriah terdapat orang-orang Afghanistan yang ikut berperang maka itu tak lain karena hasrat mereka sendiri secara sukarela demi membela tempat-tempat yang mereka sucikan, tanpa dikordinasi oleh suatu lembaga ataupun negara. (mm/fna/jahannews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL