Canberra, LiputanIslam.com –  Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull membantah laporan saluran ABC, Australia, yang mengutip pernyataan sejumlah petinggi Negeri Kanguru ini  bahwa para menteri terkemuka dalam pemerintahan Malcolm berharap Presiden Amerika Serikat (AS) mengeluarkan instruksi serangan ke situs-situs nuklir Iran pada bulan depan.

Turnbull  menilai laporan itu asumsi belaka karena, menurutnya, tak ada alasan untuk berkeyakinan bahwa Trump bersiap untuk melakukan konfrontasi militer dengan Iran.

Sebagaimana dilansir harian Guardian, dia menjelaskan bahwa laporan ABC pada Jumat 27/7/2018) itu mengacu pada sumber-sumber anonim, dan penyusun laporan tidak menghubungi kantor perdana menteri atau kementerian pertahanan dan kementerian luar negeri Australia untuk mendapat komentar resmi.

Dilaporkan oleh ABC bahwa seorang petinggi keamanan Autralia mengatakan bahwa pos-pos rahasia militer Australia bisa jadi akan digunakan untuk AS menghimpun informasi intelijen dan menentukan target serangan militer AS mendatang terhadap Iran, dan ini dilakukan dengan kerjasama badan intelijen Inggris.

Kabar ini mengemuka di saat ketegangan antara Teheran-Washington mengalami peningkatan drastis di mana kedua pihak terlibat aksi saling mengancam untuk menggunakan opsi militer (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*