Moskow, LiputanIslam.com –  Rusia berkemungkinan menyokong Pasukan Arab Suriah (SAA) jika Barat melancarkan serangan ke Suriah dengan dalih terjadi “serangan bom kimia” yang berpotensi dilakukan oleh para antek Barat untuk menyalahkan pemerintah Suriah.

Kemungkinan tersebut dinyatakan oleh Oleg Morozov, anggota parlemen Rusia kepada kantor berita Sputnik, Selasa (11/9/2018).

“Kalaupun aliansi Barat mulai menyerang Suriah tak seorangpun percaya adanya serangan kimia kecuali orang yang  mengada-adakannya… Tapi ini bukan berarti  aliansi itu tidak akan melancarkan serangan. Serangan kimia hanyalah dalih untuk membenarkan agresi,” ungkap Morozov.

Dia menambahkan, “Reaksi Suriah di tahap pertama akan menyasar kawanan bersenjata. Saya kira bukan tak mungkin Angkatan Udara Rusia akan menyokong Suriah, tapi hanya ketika aliansi Barat memulai serangan.”

Sebelumnya pada hari yang sama, pusat Rusia untuk rekonsiliasi Suriah menyatakan bahwa di kawasan Jisr al-Thughur, provinsi Idlib, terdapat kelompok-kelompok kameramen dari beberapa saluran televisi Timur Tengah dan kelompok lain dari sebuah saluran berita Amerika Serikat (AS).

Menurut pusat ini, kelopok-kelompok tersebut datang untuk membuat foto dan video hoax serangan kimia terhadap warga sipil oleh SAA agar kemudian menjadi alasan bagi AS, Perancis, dan Inggris untuk menyerang Suriah, sebagaimana pernah terjadi.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa proses pembuatan video serangan kimia sudah dimulai.

“Berdasarkan data-data yang masuk dari penduduk provinsi Idlib, di kota Jisr al-Thughur sekarang sudah dimulai pengambilan gambar-gambar provokatif bernarasikan penggunaan senjata kimia oleh tentara Suriah terhadap warga sipil,” ungkap Kementerian Pertahanan Rusia. (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*