London, LiputanIslam.com –  Penulis dan jurnalis kondang Arab berdarah Palestina, Abdel Bari Atwan, menilai negara-negara Arab “gemetar ketakutan” terhadap tampilnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat (AS), sementara Iran justru mengancam Trump.

“Arab lemah dan terpecah belah, tak memiliki kartu apapun untuk dapat memberikan tekanan kuat terhadap presiden baru (AS), dan tak berlebihan apabila kita mengatakan bahwa sebagian besar mereka gemetar ketakutan terhadapnya. Karena itu mereka menduga lebih buruk. Berbeda dengan rival mereka di Teheran, misalnya, yang malah mengancam akan segera memulai lagi pengayaan uranium jika Trump menerapkan ancamannya untuk membatalkan perjanjian nuklir,” tulis Atwan di rubrik “Iftitah” (Pembukaan) pada media online Rai al-Youm yang berbasis di London, Minggu (22/1/2017).

Pemimpin redaksi Rai al-Youm ini menambahkan, “Di Arab tak ada uranium maupun mesin sentrifugal untuk memperkayanya, dan kalaupun ada, signifikansi minyak mereka di dunia serta kekayaan mereka sedang menuju kemusnahan, dan pasukan mereka berantakan satu persatu. Kondisi ini sangat mengenaskan dalam arti yang sesungguhnya. Dan yang lebih menyakitkan ialah tidak adanya polemik yang nyata untuk mengetahui sebab-sebab mengapa kondisi kita jadi demikian, dan untuk memastikan siapa yang bertanggungjawab atasnya dengan transparan dan berani.”

Mengutip pakar hubungan Arab-AS, Abdul Munim Said, Atwan menyebutkan bahwa kebijakan Washington di Timteng, terutama terhadap Arab Saudi dan Mesir, akan berubah.

Menurut Atwan, Said termasuk orang yang pertama kali mengingat negaranya, Mesir, agar tidak berharap banyak kepada presiden dan pemerintahan baru AS. Said juga mengimbau negara-negara Arab kawasan Teluk Persia agar bersiap-siap menghadapi perubahan besar dalam kebijakan AS di Timteng, terutama terkait janji Trump dalam kampenye pilpresnya bahwa jika dia terpilih sebagai presiden maka tak ada lagi dukungan cuma-cuma  AS kepada negara-negara Arab itu.

Atwan juga menyebutkan analisa Said bahwa Trump tidak akan terlibat langsung dalam krisis Libya, sedangkan mengenai krisis Suriah Trump akan memilih bekerjasama dengan Rusia dalam mengupayakan penyelesaian. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL