pelabuhan salman bahrain

Pelabuhan Salman di Bahrain

Beirut, LiputanIslam.com – Kementerian Pertahanan Inggris Sabtu lalu (6/12) mengumumkan negaranya akan membuka lagi pangkalan militer di Bahrain dan telah meneken kesepakatan perluasan dan penguatan eksistensi angkatan lautnya di Bahrain. Sesuai kesepakatan ini, fasilitas militer di pelabuhan Salman, Bahrain, yang menjadi pangkalan tetap bagi empat kapal perang Inggris akan dioptimalkan. Hal ini tak urung membangkitkan reaksi protes dan penentangan dari masyarakat Bahrain sendiri.

Tentang ini, koran Lebanon Assafir menyebut perkembangan baru dalam hubungan militer Inggris-Bahrain itu sebagai kembalinya imperialisme ke Timur.

Menurut Assafir, bersamaan dengan tenggelamnya era imperialisme klasik, pangkalan laut Inggris pada tahun 1971 telah ditutup, setidaknya secara formal. Hal ini dilakukan menyusul gencarnya upaya dan perjuangan bangsa-bangsa dunia untuk kemerdekaan negaranya, termasuk negara-negara Arab mulai dari Lebanon, Suriah dan Irak hingga Mesir, Aljazair dan negara-negara Arab di kawasan Teluk Persia.

43 tahun setelah peristiwa itu, lanjut Assafir, dan setelah puluhan tahun terjadi perubahan geopolitik dunia, terutama bubarnya Uni soviet pada tahun 1991 yang membuat sistem global berubah dari bipolar menjadi monopolar serta menyebabkan kembalinya imperialisme ke dunia Arab, kesepakatan Bahrain-Inggris sekarang untuk membangun pangkalan militer baru Inggris di Manama, ibu kota Bahrain, secara simbolik memperlihatkan betapa negara-negara Arab telah menggadaikan wilayah mereka kepada kekuatan-kekuatan imperialis.

Pangkalan yang akan dibangun dengan dana sekitar 23% dari Inggris dan selebihnya dari Bahrain sendiri itu, menurut Assafir, membawa pesan-pesan tertentu, terutama untuk Iran, apalagi di pangkalan itu dipersiapkan fasilitas untuk penempatan kapal induk dan lain-lain.

Bersama Armada ke-5 Angkatan Laut Amerika Serikat di Bahrain dan pangkalan-pangkalan militer lain di Qatar dan Kuwait, pangkalan militer baru Inggris di Bahrain itu akan menjadi pijakan militer kubu Barat di kawasan Timur Tengah. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL