Damaskus, LiputanIslam.com –  Presiden Suriah Bashar Assad menilai percuma berunding dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump seandainyapun ada peluang untuk itu.

Dalam wawancara eksklusif dengan NTV milik Rusia Assad mengatakan bahwa “perdebatan, atau pembicaraan, atau negosiasi “ dengan pihak lawan atau orang lain tentunya akan bermanfaat, “namun dalam kondisi demikian dan sejak perundingan pertama dengan AS pada tahun 1974 kami tak dapat mewujudkan apapun dalam tema apa saja.”

Assad beralasan bahwa problema Suriah dengan para pemimpin AS terletak pada realitas bahwa mereka merupakan “sandera bagi kelompok-kelompok penekan mereka; media massa arus utama; perusahaan-perusaan besar; lembaga-lembaga moneter; perusahaan-perusahaan minyak; dan lain-lain.”

Dalam wawancara yang sebagian isinya dimuat di media kepresidenan Suriah pada Jumat (22/6/2018) ini Assad menambahkan, “Mereka dapat mengatakan apa yang ingin kami dengar, tapi mereka justru akan berbuat sebaliknya. Beginilah kondisinya, dan ini memburuk. Trump adalah contohnya yang nyata.”

Assad memastikan bahwa berbicara dan berdiskusi dengan orang-orang AS tanpa sebab dan tanpa ada kemungkinan untuk mewujudkan apapun hanyalah tindakan yang akan “membuang-buang waktu.”

“Berbicara dengan orang-orang AS hanya lantaran mereka adalah orang AS tidak akan membantu kami. Kami siap berundingan dengan pihak manapun yang bermanfaat, dan kami tidak yakin bahwa kebijakan AS akan berbeda di masa mendatang,” imbuhnya. (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*