Damaskus, LiputanIslam.com –  Presiden Suriah Bashar Assad menyatakan bahwa perang yang berkobar di Suriah sejak tahun 2011 tak dapat dipisahkan dari makar “Deal of The Century” yang dikampanyekan AS untuk penyelesaian konflik Palestina-Israel

Dalam rapat Dewan Pusat Partai Baath Suriah, Ahad (7/10/2018), Assad menjelaskan bahwa serangan terhadap Suriah sama tuanya dengan masalah Palestina-Israel, namun baru muncul belakangan secara fenomeal karena Amerika Serikat(AS) dan sekutunya menemukan kesempatan setelah sejumlah negara Arab keluar dari gelanggang perlawanan terhadap Israel.

Menurut Assad, kepanikan Barat belakangan ini terkait potensi perang di Idlib terjadi karena Barat menganggapnya determinan, sebab kemenangan bangsa Suriah di Idlib akan menamatkan semua makar Barat di Suriah dan kawasan secara umum, terutama “Deal of The Century”, dan Suriah akan menjadi model baru bagi negara-negara regional dan dunia.

Presiden Suriah bersumpah bahwa Idlib maupun wilayah Suriah lainnya yang masih diduduki teroris pasti akan kembali kepada kedaulatan negara Suriah, dan bahwa perjanjian Idlib hanyalah tindakan temporal yang dilakukan oleh pemerintah Suriah melalui beberapa capaian yang didapat di lapangan, terutama pencegahan pertumpahan darah.

Bashar Assad mengatakan bahwa setiap kali Pasukan Arab Suriah (SAA) bergerak maju menuju kemenangan selalu saja musuh-musuh Suriah memacu upayanya untuk melumpuhkan Suriah secara militer, politik, dan ekonomi agar kemudian negara ini berhadapan dengan ancaman yang tak kalah besarnya daripada perang. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*