Damaskus, LiputanIslam.com –  Presiden Suriah Bashar Al-Assad mengomentari laporan kantor berita Perancis belum lama ini bahwa sekira 2000 pasukan milisi “Liwa Fatimeyoun” terbunuh dan 8000 lainnya terluka dalam aksi mereka membantu tentara Suriah dalam perang di negara ini.

Kepada lembaga pemberitaan Sputnik milik Suriah, Senin (8/1/2018),menyatakan tidak benar laporan mengenai Liwa Fatimeyoun yang terdiri atas orang-orang Afghanistan tersebut.

“Laporan itu tidak akurat, tidak benar, dan bertujuan memberikan gambaran tertentu bahwa mereka ribuan orang… Berapa jumlah (anggota) Liwa ini, yang katanya 2000 orang dari mereka tewas dan 8000 lainnya terluka dan masih ada di medan pertempuran? ” katanya menyoal.

Dia menjelaskan bahwa orang yang dari Afghanistan ke Suriah dalam beberapa tahun terakhir hanyalah puluhan orang dan tak sampai ratusan orang. Mereka datang secara sukarela untuk melawan para teroris yang datang dari berbagai berbagai negara untuk memerangi tentara Suriah dan menghancurkan negara ini.

Al-Assad mengatakan bahwa laporan kantor berita Perancis itu sangat berlebihan.

“Seandainya laporan itu benar maka sejak sekian tahun silam sudah terjadi perubahan di medan pertempuran. Kemarin kami mendengar penamaan untuk milisi-milisi bersenjata… Saya yakin mereka tidak mengerti makna militer penamaan itu, yang berarti jumlah pasukan brigade, dan setiap brigade terdiri atas lebih dari 2000 orang, sedangkan divisi terdiri atas lebih dari 5000 orang.”

Assad menambahkan bahwa penamaan itu bertujuan mendorong para teroris agar mendatangkan ribuan orang atau dengan jumlah yang setara supaya perang tak kunjung selesai di Suriah. (mm/sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL