الاسد يعتبر نسبة المشاركة رسالة قوية لمتورطي الحربDamaskus, LiputanIslam.com – Bashar al-Assad yang baru terpilih lagi sebagai presiden Suriah menegaskan bahwa tingginya partisipasi rakyatnya dalam pemilu merupakan pesan yang sangat tegas dan jelas bagi Barat dan negara-negara regional yang terlibat dalam perang Suriah.

Hal itu dia kemukakan saat menyambut kedatangan delegasi parlemen Republik Islam Iran yang dipimpin oleh Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Politik Luar Negeri Majelis Syura Islam Iran, Alauddin Boroujerdi, Kamis kemarin (5/6/2014).

“Kemenangan rakyat Suriah dan keberhasilan Iran, termasuk dalam masalah nuklir, akan membuat kawasan (Timur Tengah) menjadi semakin kuat dan meyakinkan bagi masa depannya,” tambah Assad.

Assad juga mengatakan bahwa kesuksesan pemilu Suriah telah menyurutkan kekuatan Barat dalam mendukung kubu oposisi, pemberontak, dan teroris di negara ini.

Dia mengapresiasi kesolidan dan kontinuitas dukungan Teheran kepada Damaskus dalam perang melawan teroris yang telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun.

Di pihak lain, Boroujerdi menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya kembali Bashar al-Assad sebagai presiden Suriah. Dia mengaku optimis kepada kesolidan rakyat dan pemerintah Suriah dalam di tengah gejolak pemberontakan dan terorisme.

Di Iran sendiri, menyambut terpilihnya kembali Bashar al-Assad sebagai presiden Suriah, Deputi Menteri Luar Negeri Kamis malam menyatakan bahwa kesuksesan pemilu Suriah dan terpilihnya kembali Assad menunjukkan bahwa rakyat Suriah telah menyerukan kata “tidak” kepada terorisme dan kata “ya” kepada demokrasi.

Sementara itu, tentara Suriah dilaporkan berhasil merebut kota al-Thawra yang terletak di selatan kota Damaskus setelah terjadi pertempuran sengit selama beberapa hari. Di saat yang sama tentara Suriah berhasil memperluas kendali di kawasan utara Latakia dengan merebut beberapa bukit strategis di sekitar Dataran Tinggi Nabi Yunus.

Banyak kalangan berpendapat bahwa pemilu presiden Suriah telah memberikan dukungan dan semangat moral bagi tentara negara yang sejak beberapa bulan lalu terus memperoleh kemajuan dalam memerangi pemberontak dan teroris, terutama di wilayah Qalamoun dekat perbatasan Suriah dengan Lebanon.

Suriah dilanda perang sejak tahun 2011 akibat pemberontakan yang didukung oleh negara-negara Barat dan beberapa negara sekutunya di kawasan Timur Tengah, terutama Qatar, Saudi Arab dan Turki. (mm/alalam/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL