Damaskus, LiputanIslam.com – Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam wawancara dengan RT milik Rusia Kamis pagi (31/5/2018) menyebutkan beberapa hal penting, antara lain bahwa; Suriah akan menggunakan kekuata

Presiden Suriah, Bashar al-Assad, saat mengendarai mobil Hondanya dari Damaskus menuju Ghouta Timur pada Minggu (18/3)

n militer terhadap Pasukan Demokrasi Suriah (SDF); pasukan Amerika Serikat (AS) harus keluar dari Suriah; dan tak ada tentara Iran di Suriah kecuali para perwiranya.

Assad mengatakan bahwa “satu problema yang tersisa di Suriah ialah SDF” yang terdiri atas kelompok-kelompok milisi Kurdi dan Arab yang didukung AS dan menjadi pasukan paling berpengaruh setelah pasukan pemerintah, karena SDF menguasai banyak kawasan di utara dan timur Suriah serta turut berperang menumpas ISIS, terutama di kota Raqqa.

“Kami memperlakukan mereka dengan dua opsi. Opsi pertama, kami sekarang sudah membuka pintu perundingan, karena sebagian besar pasukan ini (SDF) adalah orang-orang Suriah. Jika ini tidak terjadi maka kami akan menggunakan kekuatan untuk membebaskan daerah-daerah itu. Kami tidak memiliki opsi lain, baik dengan ada atau tidak adanya AS,” ujarnya.

Mengenai AS dia mengatakan, “Mustahil kami membiarkan wilayah Suriah manapun berada di luar kekuasaan kami sebagai pemerintah….  AS akan meninggalkan Suriah…. Setelah pembebasan Aleppo kemudian Deir Ezzor, dan sebelum itu Homs dan sekarang Damaskus, pada hakikatnya AS telah kehilangan kartu-kartunya.”

Dia menambahkan, “Pernah hampir terjadi konfrontasi langsung antara pasukan Rusia dan pasukan AS (di Suriah). Tapi beruntung, ada ketakutan terhadap terjadinya konfrontasi ini berkat kebijaksanaan para pemimpin Rusia, sebab terjadinya konfrontasi demikian tidaklah menguntungkan siapapun di dunia ini, terutama Suriah sendiri.”

Mengenai Iran Assad menepis klaim Israel bahwa negara ilegal Zionis ini telah menggempur pangkalan-pangkalan militer Iran di Suriah. Sebab, menurutnya, di Suriah tak ada tentara Iran, yang ada hanyalah “para perwira Iran yang membantu tentara Suriah.”

“Realitas lebih jelas yang membuktikan kedustaan mereka (Israel) dalam masalah ini, yakni masalah orang-orang Iran, ialah bahwa serangan beberapa minggu lalu yang, menurut Israel, menyasar berbagai pangkalan militer Iran telah menggugurkan dan melukai puluhan orang Suriah, dan tak ada satupun orang Iran,” ujarnya. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*