saudi israel iranHongKong, LiputanIslam.com – Jaringan berita Asia Times yang berbasis di Hong Kong Rabu (9/9) memuat artikel yang menilai rezim Arab Saudi resah bukan karena perjanjian nuklir Iran dengan beberapa negara besar dunia, melainkan lebih karena membesarnya kemampuan Iran.

Dalam artikel karya jurnalis lepas Pakistan Salman Rafi itu disebutkan bahwa besarnya kekuatan Iran serta kesepakatan yang telah dicapainya dengan enam negara besar yang tergabung dalam P5+1 telah mendorong rezim Saudi untuk lebih merapat ke Israel.

Menurut Rafi, sejak tahun 2014 sampai sekarang, rezim Saudi sudah mengadakan sekira lima kali pertemuan dengan rezim Israel. Mereka melakukan gerakan-gerakan anti Iran dan terus mengaku resah terhadap semakin menguatnya pengaruh Iran di Suriah, Irak, Yaman dan Lebanon.

“Sebagaimana Iran memperluas pengaruhnya di seluruh wilayah di Irak, Suriah, Lebanon, dan Yaman, Arab Saudi dan Israel telah menemukan diri mereka semakin bersatu pada titik temu berbagai isu,” tulis Rafi.

Rafi mengutip pernyataan Shimon Shapira, orang yang ikut dalam pertemuan rahasia Israel-Saudi; “Kami menemukan bahwa kami memiliki problem dan tantangan yang sama serta beberapa jawaban yang sama.”

Rafi juga menyebutkan bahwa Saudi juga bermaksud menekan Israel supaya menggunakan pengaruhnya di AS supaya negara ini tidak terlalu jauh dalam “berlaku ramah” terhadap Iran.

Analis Pakistan ini berpendapat bahwa kedekatan Saudi dengan Israel bukanlah persoalan yang dapat dilewati begitu saja oleh AS, sebab belakangan ini Saudi dan Israel secara terbuka menentang beberapa tindakan AS, dan ini lantas membuat memicu kedekatan antara Riyadh dan Tel Aviv.

Rafi menekankan bahwa kedekatan Saudi dengan Israel tergolong sebagai tindakan kontra-Iran, sementara AS tidak ingin kebijakan-kebijakannya di Timur Tengah bergerak sesuai arah yang dikehendaki oleh Saudi dan Israel.

“Ketika AS mungkin terus mengekspresikan ketidaksetujuannya terhadapi aliansi Saudi-Israel, kedua negara ini tentu memperluas aliansi itu melalui berbagai cara militer dan non-militer. Misalnya, pada bulan Februari 2015, Arab Saudi dilaporkan setuju untuk membiarkan Israel menggunakan wilayah udaranya untuk menyerang Iran jika diperlukan, sebagai pertukaran untuk adanya ‘sebentuk kemajuan’ dalam masalah Palestina,” tulisnya.

Rafi memastikan AS tidak menghendaki kedekatan Saudi – Israel, dan karena itu Presiden AS Barack Obama akan mencari jalan untuk menyelesaikan masalah ini. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL