AlQuds, Brussel, LiputanIslam.com – Para pejabat Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, dan Israel, Rabu (2/5/2018), ramai-ramai mengecam pemimpin otoritas Palestina Mahmoud Abbas alias Abu Mazen dan menyebutnya telah membuat pernyataan anti semit.

Abbas telah membuat pernyataan bahwa kaum Yahudi menjadi korban pembantaian di Eropa pada abad lalu adalah akibat perilaku sosial mereka. Dalam pernyataan di depan parlemen Majelis Nasional Palestina, Senin lalu (30/4/2018), dia mengaku telah membaca banyak buku tentang Yahudi yang ditulis oleh orang Yahudi sendiri dan tiga di antaranya memaklumi terjadinya pembantaian kaum Yahudi.

“Anti semit di Eropa muncul bukan karena agama Yahudi,” kata Abbas, yang lalu mengutip pernyataan pemikir Jerman Karl Marx bahwa “kedudukan sosial Yahudi di Eropa, pekerjaan mereka di bank-bank dan praktik rentenir mereka telah menimbulkan sentimen anti semit yang kemudian menjurus pada pembantaian di Eropa.”

Pernyataan ini tak pelak membuat Israel kebakaran jenggot. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, “Abu Mazen telah melontarkan satu lagi pernyataan anti semit dengan penuh kebodohan. Abu Mazen mengklaim bahwa penindasan dan pembunuhan Yahudi di Eropa bukan karena mereka Yahudi, melainkan karena bekerja di sektor keuangan dan pinjaman berbunga.”

Dia mengimbau masyarakat internasional mengecam pernyataan Abbas.

Senada dengan ini, Menteri Keamanan Israel Gilad Erdan melalui akun Facebook-nya menyebutkan, “Ujaran kebencian ini mengajarkan kepada kita satu hal penting; telah tiba sekarang saatnya Presiden Palestina untuk mundur. Semakin hari semakin menumpuk rasisme pada diri Abu Mazen, dan semakin membesar klaim-klaim jahat anti semit.”

Utusan AS untuk Timteng Jason Greenblatt juga angkat bicara mengecam Abbas dengan mengatakan, “Perdamaian tak mungkin dibangun dengan landasan seperti ini.” Dia menyebut pernyataan Abbas itu “sangat memprihatinkan” dan meminta masyarakat dunia mengecamnya “tanpa syarat.”

Hubungan AS dengan Palestina buyar sejak Presiden AS Donald Trump pada Desember 2017 membuat keputusan mengakui al-Quds (Yerussalem) sebagai ibu kota Israel.

Uni Eropa (UE) juga mengecam Abbas dengan menyebut pernyataannya “tak dapat diterima.”

“Retorika Presiden Palestina Mahmoud Abbad pada 30 April mengandung ungkapan yang tak dapat diterima terkait dengan Holocaust dan legalitas Israel,” ungkap jubir badan diplomatik Uni Eropa. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*