Abu Mahdi al-Muhandis

Baghdad, LiputanIslam.com –  Kemlu Irak menyatakan heran terhadap pernyaan juru bicara Kemlu Amerika Serikat Heather Nauert yang menyebut wakil ketua pasukan relawan al-Hashd al-Shaabi Abu Mahdi al-Muhandis sebagai teroris.

Jubir Kemlu Irak, Ahmad Mahjub, Jumat (27/10/2017), menyatakan, “Kami menegaskan bahwa al-Hashd al-Shaabi adalah bagian yang tak terpisahkan dari pasukan Irak yang bekerja sesuai instruksi panglima tertinggi angkatan bersenjata (perdana menteri). Relawan ini berjuang dengan gagah berani di sisi pasukan-pasukan yang lain. Al-Muhandis adalah wakil kelompok pejuang yang diakui oleh parlemen dan telah memberikan pengorbanan yang besar dalam perang Irak melawan teroris.”

Dia menambahkan, “Kami menolak pernyataan (jubir Kemlu AS) itu, tapi di saat yang sama kami juga mengingat dukungan AS dalam perang yang diikuti oleh seluruh anak bangsa Irak ini, termasuk para tokoh al-Hashd al-Shaabi. Kami juga mengimbau Kemlu AS agar meninjau pernyataan yang tak sesuai dengan realitas ini.”

Sehari sebelumnya, Heather Nauert dalam jumpa pers saat menjawab pernyataan mengenai peranan al-Muhandis dalam perang di Kirkuk belakangan ini mengatakan, “Ini adalah sosok teroris, inilah apa yang dapat kami katakan dewasa ini.”

Al-Muhandis menjadi buronan pengadilan Kuwait dan AS serta Interpol dengan tuduhan terlibat dalam peledakan Kedubes AS dan Perancis di Kuwait pada Desember 1983 yang telah menewaskan enam orang dan melukai 80 orang lainnya.

Hasil penyelidikan gabungan otorita Kuwait dan AS saat itu menyatakan al-Muhandis terlibat dalam kasus itu bersama 17 rekannya dalam Partai Al-Dakwah Irak yang dipimpin oleh Nouri al-Maliki dan tempat Perdana Menteri Haider Abadi berasal.

Otoritas Kuwait menvonis al-Muhandis dan belasan rekannya itu dengan hukuman mati, namun dia lari ke Iran, negara yang sampai sekarang masih menjadi sekutu Partai al-Dakwah. (mm/rt/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL