KuwaitCity, LiputanIslam.com –  Sumber-sumber diplomatik papan atas di Washington, Amerika Serikat (AS), menyatakan telah dijalin kesepakatan segi tiga AS, Rusia dan Israel untuk mendepak Iran dari Suriah. Demikian dikabarkan koran al-Ray terbitan Kuwait, Sabtu (25/3/2017).

Sumber-sumber anonim itu menjelaskan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berkunjung ke Washington dan Moskow untuk menjalin kesepakatan dengan keduanya mengenai “bahaya eksistensial” kelompok-kelompok pasukan pro-Iran, termasuk gerakan Hizbullah yang berbasis di Lebanon, yang mendorong Israel meningkatkan serangan udara ke wilayah Suriah demi menjauhkan pasukan itu sedapat mungkin dari wilayah perbatasan utara Israel.

Al-Ray menyebutkan bahwa menurut sumber-sumber ini, tekanan Israel terhadap pasukan pro-Iran di wilayah selatan terjadi bersamaan dengan sepak terjang Rusia untuk memperkuat gencatan senjata dan tibanya pasukan Rusia di berbagai kawasan yang pengosongannya telah disepakati oleh Rusia dan kubu oposisi Suriah.

(baca: Tentara Israel Akui Kehilangan Nirawaknya)

Mereka menilai kecil kemungkinan kemungkinan terjadi konfrontasi Iran-Israel di angkasa Suriah, apalagi sampai meluas menerjang perbatasan hingga ke Lebanon.

Mengenai mengapa pemerintah Rusia berulangkali memanggil dubes Israel di Moskow untuk menyampaikan nota protes terhadap serangan udara Israel di wilayah Suriah, para diplomat itu mengatakan bahwa tindakan Rusia ini hanyalah manuver politik belaka.

Dilaporkan bahwa Israel sesekali melancarkan serangan udara ke Suriah yang, menurut Menhan Israel Avigdor Lieberman, dilakukan demi mencegah pengiriman senjata canggih, perlengkapan militer dan senjata pemusnah massal ke Hizbullah. Serangan terbaru negara ilegal Zionis itu terjadi pada tanggal 17 Maret lalu. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL