Washington, LiputanIslam.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS), Kamis (29/11/2018), memamerkan serpihan besi yang diklaimnya sebagai rongsokan senjata dan perlengkapan militer yang membuktikan bahwa Iran gencar dan intensif memasok senjata kepada kelompok-kelompok milisi di pelbagai penjuru Timteng.

Di sebuah barak militer di Washington Utusan Khusus AS untuk urusan Iran Brian Hook memamerkan kepada wartawan sejumlah serpihan peluru, rudal, pesawat nirawak, dan berbagai perlengkapan militer lain.

Kemhan AS Pentagon mengklaim bahwa sebagian perlengkapan militer itu disita di Selat Hormuz ketika dikirim kepada kelompok Ansarullah (Houthi) di Yaman, dan sebagian lain disita oleh Saudi di Yaman.

Pemajangan serpihan besi seperti itu juga pernah dilakukan oleh Wakil Tetap AS untuk PBB Nikki Haley pada Desember 2017 ketika Presiden AS Donald Trump mengkampanyekan tekanan terhadap Iran dan berupaya meyakinankan negara-negara Barat sekutunya agar turut membendung pengaruh Iran di Timteng.

Dalam pameran kali ini item terpenting yang dinyatakan oleh Hook adalah rudal darat ke udara “Sayyad-2” yang, menurutnya, telah dirontokkan oleh Saudi di Yaman pada tahun ini.

“Tulisan Persia di sisi rudal ini membantu pembuktian bahwa itu buatan Iran. Simbol-simbol Persia yang jelas merupakan cara Iran untuk mengatakan bahwa mereka tidak peduli jika itu tersita, sementara mereka melanggar resolusi PBB, ”klaimnya.

Dia menambahkan bahwa rudal itu hendak dikirim Iran kepada Ansarullah yang berperang melawan pasukan koalisi pimpinan Saudi di Yaman.

“Iran ingin menyerahkannya kepada Houthi yang sudah pernah menggunakannya untuk membidik jet tempur pasukan koalisi dari jarak 46 mil,” ujar Hook.

Pameran rongsokan itu dilakukan sehari setelah Senat AS melakukan voting untuk menempuh tindakan yang dapat menghentikan dukungan militer AS kepada Saudi dan sekutunya di Yaman. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*