Washington, LiputanIslam.com – Amerika Serikat (AS) mengaku tidak memiliki jadwal untuk penarikan pasukannya dari Suriah, namun juga tidak berencana untuk mempertahankan tentaranya di sana.

“Kami tidak punya batas waktu bagi pasukan militer kami untuk mundur dari Suriah,” kata seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri AS kepada wartawan, Jumat (4/1/2019).

Dia melanjutkan, “Hanya untuk klarifikasi, kami tidak bermaksud memiliki kehadiran militer yang tidak terbatas di Suriah. Presiden telah membuat keputusan bahwa kami akan menarik diri, dan kami sedang merumuskan rencana untuk melakukannya sekarang.”

Pernyataan itu disampaikan ketika Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan penasihat keamanan nasional John Bolton akan berkunjung ke Timur Tengah untuk menggalang dukungan dari para sekutu AS.

Pompeo dijadwalkan berangkat pada Selasa untuk safari delapan hari ke Amman, Kairo, Manama, Abu Dhabi, Doha, Riyadh, Muscat, dan terakhir Kuwait City.

Menurut pejabat itu, Pompeo di Kairo dijadwalkan akan menjelaskan pesan keseluruhan perjalanan itu bahwa “AS tidak meninggalkan Timur Tengah.

“Meskipun ada laporan yang bertentangan, narasi palsu seputar keputusan Suriah, kami tidak ke mana-mana,” ujarnya.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS Garrett Marquis mengatakan bahwa Bolton akan berangkat pada hari Jumat untuk melakukan pembicaraan dengan “Israel dan Turki untuk membahas penarikan pasukan AS dari Suriah.,”

Presiden AS Donald Trump pada 19 Desember 2018 mengumumkan keputusannya untuk menarik pasukan AS dari Suriah pada, sembari mengklaim telah berhasil mengalahkan kelompok teroris ISIS. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*