NewYork, LiputanIslam.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan mengumumkan isi prakarsa damainya untuk Timteng yang dinamai “Deal of the Century” pada kesempatan setelah bulan suci Ramadhan atau hari raya Idul Fitri tahun ini.

Hal tersebut dinyatakan sendiri oleh Jared Kushner, penasehat politik sekaligus menantu Presiden AS Donald Trump, pada Club Majalah Time Selasa (23/4/2019).

Dia mengaku semula berharap prakarsa itu dikemukakan pada akhir tahun lalu, tapi ditunda karena ada permohonan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang saat itu mengumumkan penyelenggaraan pemilu Israel dan merasa masih perlu menggalang koalisi politik di Israel.

“Setelah hal itu selesai, kemungkinan besar pada pertengahan bulan Ramadhan, dan karenanya kita tunggu sampai usai Ramadhan, setelah itu baru kami akan mengungkap rencana kami,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Kushner juga menyinggung kasus yang membelit Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed bin Salman (MbS) dengan bersaran kepadanya supaya bertindak transparan terkait dengan pembunuhan wartawan Saudi Jamal Khashoggi.

“Saran yang saya sampaikan kepadanya ialah sedapat mungkin bersikap tranparan, harus ada jaminan hukum atas apa yang terjadi,” tuturnya.

Saat menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai MbS, Kushner tidak menyebutkan kapan dia akan berbicara langsung kepada MbS mengenai pembunuhan yang terjadi di Konsulat Jenderal Saudi di Istanbul, Turki, pada Oktober 2018 tersebut.

Namun, Kushner sudah pernah berbicara dengan MbS via telefon beberapa hari usai pembunuhan itu, selain juga telah mengadakan pertemuan dengannya dalam kunjungan Kushner ke beberapa negara Arab Teluk Persia pada Februari lalu.

Seperti diketahui, pembunuhan itu disertai mutilasi dan pelenyapan jenazah korban yang dilakukan oleh para perwira tinggi Saudi di Istanbul sehingga mengundang kutukan dari khalayak regional dan bahkan dunia.

Dinas rahasia AS, CIA, berkesimpulan bahwa MbS berada di balik pembunuhan sadis itu, namun para pejabat Riyadh membantahnya.  Saat ditanya tentang ini, Kushner hanya mengatakan, “Saya tidak akan pernah meragukan imbauan-imbauan badan intelijen AS.”

Presiden Trump sendiri tampak keberatan menekan MbS sehingga pernah mengatakan bahwa kemitraan AS dengan Saudi sangat penting bagi perenomian AS maupun untuk menjaga stabilitas di Timteng. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*