israel netanyahu-riceBaitul Maqdis, LiputanIslam.com – Penasehat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) Susan Rice menilai solusi diplomatik sebagai penyelesaian terbaik untuk isu nuklir Iran. Hal ini dia kemukakan dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Jerussalem (Baitul Maqdis) Rabu (7/5/2014).

Sebelumnya, Gedung Putih mengumumkan bahwa pembicaraan mengenai isu nuklir Iran menjadi salah satu agenda utama kunjungan Rice ke Israel. Kunjungan ini dia lakukan ketika Iran dan Kelompok 5+1 pekan depan akan memulai tahap baru negosiasi nuklir dengan tujuan meraih kesepakatan yang komprehensif.

Menurut Jerussalem Post, lawatan Rice ke Israel bertujuan mengurangi kerisauan Israel terhadap kesepakatan yang kemungkinan akan dicapai. Gedung Putih dalam statemennya terkait pertemuan Rice dengan Netanyahu menyebutkan, “Ny. Rice menekankan urgensi dan vitalitas upaya menindak lanjuti suatu pendekatan komprehensif yang dapat meyakinkan masyarakat dunia terhadap status damai program nuklir Iran.”

Gedung Putih menambahkan, “AS tidak akan membiarkan Iran meraih senjata nuklir, dan diplomasi adalah cara terbaik untuk mengatasi secara damai kerisauan publik internasional. Ny. Rice mengatakan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahwa bersamaan dengan kontinyuitas perundingan 5+1 dan Uni Eropa, AS masih akan melanjutkan pembicaraan intensif dengan Israel.”

Israel sendiri memang gelisah dan khawatir terhadap kemungkinan terjadinya apa yang disebut Tel Aviv sebagai “kesepakatan buruk”.

“Kesepakatan buruk akan membuat mereka (Iran) dapat mempertahankan kemampuan (nuklir) ini. Lebih baik tidak tercapai kesepakatan sama sekali daripada meraih kesepakatan buruk,” ujar Netanyahu, sebagaimana dikutip Haaretz.

Para pejabat Iran dan Kelompok 5+1 menyatakan bahwa tahap baru perundingan akan diselenggarakan di Wina, Austria, 13 Mei mendatang. Mereka akan mulai membahas draft kesepakatan final yang harus dicapai paling lambat tanggal 20 Juli mendatang.

Perunding senior Rusia Sergei Ryabkov pekan lalu menyatakan pada tahap ini kedua pihak setidaknya harus menyepakati sebagian materi dalam draft.

Seperti biasanya, menjelang negosiasi nuklir Iran tim perunding AS berkunjung ke Israel untuk memberikan laporan dan menggalang kordinasi antara kedua pihak. Dalam kunjungan kali ini Rice datang bersama rombongan yang terdiri atas perunding senior AS Wendy Sherman serta sejumlah pejabat AS lain dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, dan Departemen Keuangan. (mm/fna/jerussalempost/haaretz)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL