Washington, LiputanIslam.com – Kemlu Amerika Serikat (AS) kembali mengingatkan Iran agar menghentikan secara penuh aktivitas nuklirnya, setelah Iran mengumumkan rencananya untuk menambah kemampuan pengayaan uranium.

Jubir Kemlu AS Heather Nauert, Selasa (5/6/2018), mengatakan bahwa Menlu AS Mike Pompeo sudah memberikan pernyatan yang jelas mengenai Iran segera setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan keluarnya AS dari perjanjian nuklir Iran, yaitu bahwa “Iran harus menghentikan pengayaan uranium dan sama sekali tak berusaha mengelola plutonium.”

“Iran jangan sampai dapat membuat senjata nuklir,” imbuh Nauert.

Di pihak lain wakil Iran di Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) di Wina, Swiss, pada hari yang sama memastikan pihaknya sedangkan melakukan “persiapan” tersendiri untuk memulai lagi program nuklirnya jika perjanjian nuklir buyar.

“Teheran memulai tindakan-tindakan persiapan jika perjanjian nuklir jatuh, sehingga Iran dapat memulai aktivitas nuklirnya tanpa ketentuan yang terkait dengan perjanjian itu,” ujarnya.

Di sela pertemuan Dewan Gubernur IAEA di Wina dia juga mengatakan bahwa negaranya telah memberitahu lembaga ini tekadnya untuk memulai lagi produksi gas heksafluorida uranium yang digunakan untuk pengayaan uranium.

Sebelumnya, Kepala Badan Tenaga Atom Iran Ali Akbar Salehi mengatakan bahwa Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Sayyid Ali Khameneni telah mengeluarkan instruksi kepada badan ini untuk mempercepat aktivitas nuklirnya dalam kerangka perjanjian nuklir Iran (The Joint Comprehensive Plan of Action/JCPOA).

“Badan Tenaga Atom Iran berusaha mencapai dua tujuan, yaitu memroduksi listrik dan bahan bakar nuklir… Pemimpin Besar Revolusi Islam mengatakan bahwa kami harus memulai infrastruktur untuk membuat 190,000 unit, dan jika kami menghendaki maka akan memroduksi alat sentrifugal baru,” katanya dalam jumpa pers di Teheran, Selasa (5/6/2018).

Penambahan sentrifugal ini adalah untuk menambah kapasitas Iran dalam pengayaan uranium dan pada gilirannya menjadi tekanan terhadap Eropa terkait dengan klaim kekuatiran terhadap ambisi Iran membuat senjata nuklir.  (mm/rayalyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*