Washington, LiputanIslam.com –  Amerika Serikat (AS) menyatakan siap menempuh lagi tindakan militer terhadap tentara Suriah jika dirasa perlu demi mencegah apa yang disebut Washington sebagai penggunaan senjata kimia dan kekuatiran bahwa Suriah mengembangkan metode baru untuk menghasilkan senjata terlarang ini. Demikian dikatakan seorang pejabat senior AS, Kamis (1/2/2018).

Kepada wartawan dia mengatakan bahwa pasukan loyalis Presiden Suriah Bashar Al-Assad masih menggunakan senjata kimia dalam jumlah yang sedikit sejak kasus serangan mematikan pada April tahun lalu yang telah membangkitkan reaksi serangan rudal AS terhadap sebuah pangkalan udara Suriah.

Pejabat anonim itu mengklaim bahwa jika masyarakat internasional tidak bertindak cepat untuk meningkatkan tekanan terhadap Al-Assa maka senjata kimia Suriah dapat menyebar hingga ke berbagai penjuru dunia, bahkan AS.

“Ini akan menyebar jika kita tidak dilakukan sesuatu,” katanya.

Di hari yang sama lembaga Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) melaporkan bahwa tentara Suriah telah menyerang kawasan sekitar kota Duma di Ghota Timur dengan empat rudal yang menyebabkan gejala sesak nafas pada empat orang yang tiga di antaranya dilarikan ke rumah sakit.

“Penduduk lantas menuding pasukan pemerintah menyasar mereka dengan rudal yang mengandung gas klorin,” ungkap SOHR.

Sejak Suriah dilanda perang pada Maret 2011 tentara Suriah berulangkali dituduh menggunakan senjata kimia yang satu di antaranya menyebabkan kematian rutusan warga sipil di dekat Damaskus pada tahun 2013.

Tuduhan lainnya yang paling menghebohkan ialah bahwa tentara Suriah melancarkan serangan udara ke kota Khan Shikhoun di bagian utara negara ini dengan senjata kimia hingga menyebabkan 83 orang tewas, termasuk 28 anak kecil, pada 4 April 2017. Dua hari kemudian kapal perang AS menyerang pangkalan udara Al-Sheirat di bagian tengah Suriah dengan beberapa rudal Tomahawk hingga menewaskan sejumlah tentara Suriah.

Pemerintah Suriah menepis keras tuduhan tersebut.  Rusia yang bersekutu dengan Suriah juga membantah tuduhan itu dengan mengingatkan bahwa AS juga pernah melontarkan tuduhan bahwa di Irak pada era mendiang Saddam Hossein terdapat senjata kimia, tapi kemudian terbukti bahwa tuduhan ini ternyata dusta belaka.  Menurut Rusia, AS bermaksud mengulangi skenario itu terhadap Suriah. (mm/middleeasteye/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*