AlQuds, LiputanIslam.com –  Penasehat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) John Bolton menyatakan negaranya tidak berupaya mengubah pemerintahan Iran, melainkan menginginkan adanya “perubahan besar” dalam perilakunya.

“Biarlah kami jelas, kebijakan AS tidak mencanangkan pengubahan pemerintahan (Iran), melainkan apa yang kami inginkan ialah perubahan besar dalam perilakunya,” ungkap Bolton dalam jumpa pers di kota Al-Quds (Yerussalem) pada sesi akhir kunjungan tiga harinya ke Israel, Rabu (22/8/2018).

Sebelum menjabat penasehat keamanan nasional dia termasuk orang yang menyerukan penggulingan pemerintahan Islam Iran.

Dia menambahkan bahwa keluarnya AS dari perjanjian nuklir Iran dan diterapkannya kembali embargo terhadapnya telah membuat negara republik Islam ini tertekan hebat.

“Kami melihat adanya pengaruh yang sangat negatif bagi Iran, bahkan saya yakin ini melebihi apa yang kami harap sebelumnya,” katanya.

Sesuai sikap Israel Bolton menyatakan bahwa perjanjian nuklir Iran dan pencabutan sanksi terhadapnya memungkinkan Teheran mendanai gerakan-gerakan bersenjata di kawasan Timteng. Sikap ini berbeda dengan negara-negara Eropa yang justru masih terlihat berusaha menyelamatkan perjanjian nuklir Iran dan menilainya masih efektif mencegah Iran meraih senjata nuklir.

Mengenai Suriah Bolton mengingatkan Presiden Bashar al-Assad agar tidak melakukan apa yang disebutnya menggunakan senjata kimia di Idlib, provinsi yang menjadi sarang terakhir kelompok-kelompok pemberontak dan teroris di Suriah.

Dia menegaskan bahwa AS “akan bereaksi keras” jika tentara Suriah menggunakan senjata kimia.  (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*