Jenewa, LiputanIslam.com – Amerika Serikat (AS) menunjukkan kegusarannya karena Suriah memimpin Konferensi Perlucutan Senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bermarkas di Jenewa, Swiss.

Suriah sejak Senin lalu (28/5/2018) menerima giliran memimpin Konferensi Perlucutan Senjata PBB di Jenewa selama satu bulan meskipun mendapat penentangan dari AS dan Israel.Giliran ini diterima Suriah untuk ketiga kalinya sejak negara ini bergabung dengan Konferensi Perlucutan Senjata PBB pada tahun 1996.

Duta Besar AS untuk PBB di Jenewa Robert Wood menyebut kepemimpin Suriah itu “parodi” sembari melontarkan lagi klaim tanpa bukti  bahwa pemerintah Suriah telah menggunakan senjata kimia untuk membunuh rakyatnya.

“Kehadiran Suriah di sini adalah sebuah parodi. Rezim ini telah melakukan kejahatan yang tak terhitung jumlahnya terhadap rakyatnya sendiri melalui penggunaan senjata kimia, dan jelas tidak dapat diterima mereka memimpin lembaga ini,” kata Robert Wood sebelum sesi Konferensi Perlucutan Senjata dimulai, Selasa (29/5/2018).

Dia juga mengatakan bahwa AS berencana untuk keluar ruangan dan “akan mengambil tindakan lain yang akan Anda lihat selama masa kepemimpinan Suriah, jadi tetaplah ikuti perkembangannya.” (mm/thenational)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*