AlQuds, LiputanIslam.com –  Penasihat Keamanan Nasional Presiden Amerika Serikat (AS) John Bolton mengatakan bahwa penarikan militer negara ini dari kawasan timur laut Suriah dikondisikan setelah  penumpasan kelompok teroris ISIS tuntas dan Turkipun memastikan keamanan pasukan Kurdi yang merupakan sekutu AS.

Bolton yang berkunjung ke Israel untuk meyakinkan sekutu AS dari penarikan yang dicanangkanTrump mengatakan tidak ada jadwal penarikan pasukan AS di Suriah timur laut, tetapi menegaskan bahwa hal itu bukan komitmen yang tidak berbatas.

“Ada tujuan yang ingin kami capai dengan syarat penarikan itu…  Jadwal itu mengalir dari keputusan-keputusan yang perlu kita terapkan ” kata Bolton kepada wartawan di Al-Quds (Yerusalem), Ahad (6/1/2019).

Dia menjelaskan bahwa pengkondisian itu antara lain berkenaan dengan kekalahan sisa-sisa ISIS di Suriah, dan perlindungan bagi milisi Kurdi yang telah berjuang bersama pasukan AS melawan kelompok itu.

“Kami bukan hanya berpikir bahwa Turki tidak akan berusaha melakukan aksi militer yang tidak sepenuhnya dikoordinasikan dengan dan disetujui oleh AS sehingga mereka tidak membahayakan pasukan kami, melainkan juga agar mereka memenuhi persyaratan Presiden (AS) bahwa pasukan oposisi Suriah yang telah berjuang bersama kami tidak terancam, “katanya kepada wartawan.

Bolton berkunjung ke Israel untuk menghapus kekhawatiran terkait dengan keputusan Presiden Donald Trump menarik pasukan dari Suriah dan mendiskusikan prosesnya dengan para pejabat Turki.

Penarikan yang diumumkan bulan lalu itu semula diharapkan akan selesai dalam beberapa minggu, tetapi kemudian ternyata diperlambat oleh Trump sesuai imbauan dari pembantu, sekutu dan anggota Kongres AS.

Komentar Bolton menandai konfirmasi publik pertama atas penguluran waktu penarikan pasukan itu.

Menjelang pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Minggu, Bolton mengatakan bahwa penarikan pasukan AS dari Suriah akan dilakukan dengan cara yang “memastikan terjaminnya pertahanan Israel dan teman-teman lain di kawasan. ”

Sebelumnya, Rezim Zionis Israel telah menyatakan kekecewaannya terhadap penarikan segera sekitar 2.000 tentara AS  dan menilainya akan membuka peluang  bagian perluasan pengaruh dan eksistensi Iran di Suriah. (mm/aljazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*