Washington, LiputanIslam.com –   Juru bicara Kemlu Amerika Serikat (AS) Heather Nauert menyebut kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Iran dan kunjungan Raja Salman Bin Abdulaziz dari Arab Saudi ke Moskow sebagai sesuatu yang biasa dalam dunia diplomatik.

Hal itu dia katakan saat menjawab pertanyaan wartawan dalam jumpa persnya, Rabu (4/10/2017). Ketika itu seorang wartawan menyinggung kunjungan Raja Salman ke Moskow dan kunjungan Erdogan ke Teheran  kemudian bertanya, “Dua negara ini merupakan sekutu kuat AS. Apakah Anda tidak berpikir bahwa para sekutu AS sedang menjauhi negara ini? Apakah Anda tidak berpikir bahwa mereka sedang membentuk aliansi-aliansi baru?”

Heather Nauert menjawab, “Para menteri luar negeri dan para pemimpin berbagai negara dunia diperkenankan menumpang pesawat dan bepergian serta mengadakan pertemuan dengan sejawat mereka di semua negara. Inilah diplomasi.”

Dia menambahkan, “Mereka melakukan hal ini, dan kamipun melakukannya. Menurut kami, hal ini tidak lantas mengubah hubungan kami dengan negara-negara lain. Inilah diplomasi.”

Rabu kemarin Erdogan selaku ketua delegasi Turki tiba di Teheran, ibu kota Iran, serta mengadakan pertemuan dengan Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei dan Presiden Iran Hassan Rouhani untuk membicarakan berbagai persoalan, terutama isu disintegrasi Kurdistan Irak.

Di hari yang sama  Raja Salman Bin Abdulaziz dari Arab Saudi tiba di Moskow, ibu kota Rusia, dalam kunjungan perdananya ke Negeri Beruang Merah ini dan mengadakan pertemuan dengan Presiden  Vladimir Putin dan para petinggi Rusia lainnya untuk membahas hubungan bilateral dan berbagai isu penting Timteng. (mm/fna/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL