Beirut, LiputanIslam.com –  Pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) bermaksud membentuk pasukan darat yang terdiri atas militan oposisi Suriah untuk menduduki bagian timur negara pimpinan Presiden Bashar al-Assad ini.

Sumber-sumber di lapangan di wilayah timur Suriah saat melaporkan hal tersebut menjelaskan bahwa pasukan koalisi telah mengirim berbagai jenis peralatan tempur dari kota Rmeilan, provinsi Hasakah, di timur laut Suriah ke kota al-Shadadi di bagian selatan provinsi ini.

Menurut sumber-sumber ini, sebelum mengirim peralatan militer itu pasukan koalisi internasional telah mengirim sejumlah komandannya di beberapa kawasan di selatan kota al-Shahadi, sedangkan pasukan darat tersebut terdiri atas militan oposisi yang berafiliasi dengan Ahmad Jarba yang memimpin kelompok al-Ghad.

AS melakukan tindakan tersebut untuk menduduki sisi selatan provinsi Hasakah dan sisi timur provinsi Deir Ezzor.

Sebelumnya, sumber-sumber lapangan Suriah juga mengabarkan adanya upaya AS untuk mendirikan dan mengaktifkan kubu oposisi di bagian timur Suriah.

Tiga hari lalu pasukan koalisi internasional melancarkan serangan udara ke bagian timur provinsi Deir Ezzor hingga menewaskan enam warga sipil, tiga di antaranya anak kecil. Diduga kuat bahwa serangan udara terbaru itu ditujukan untuk menyediakan batu pijakan bagi kebercokolannya di Surah timur.

Perkembangan Spesifik

Utusan khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura dalam jumpa pers di Jenewa, Swiss, menyatakan bulan September mendatang  akan terjadi perkembangan spesifik dan menentukan dalam krisis Suriah.

Dia menjelaskan bahwa perundingan pemerintah Suriah dengan oposisi negara ini bisa jadi akan digelar lagi bulan depan, sementara perundingan teknis sebelum perundingan di Jenewa telah ditunda guna memberikan kesempatan kepada kubu oposisi untuk mendapatkan persepsi yang jelas menjelang negosiasi.

Mengenai kondisi kemanusiaan, de Mistura mengatakan bahwa bantuan telah dipersiapkan untuk penduduk di kawasan Kefraya dan Foua yang terkepung militan di provinsi Idblub serta untuk penduduk di kamp pengungsi Yarmuk, Damaskus. (mm/almayadeen/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL