Damaskus, LiputanIslam.com –  Sumber-sumber Suriah menyatakan sedang terjadi pergerakan militer Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Yordania secara masif di sekitar perbatasan Suriah di provinsi al-Suwaida dan Daraa sebagai indikasi kemungkinan akan dimulainya konfrontasi di wilayah perbatasan Suriah-Yordania.

Ray al-Youm mendapat keterangan bahwa sedang terjadi konsentrasi pasukan AS, Inggris dan Yordania dari Tel Shahab  ke pintu perbatasan Naseeb dan ke kawasan al-Ramtha dan berujung di Khirbah Awad dengan melibatkan brigade-brigade tank berat Inggris jenis Challenger bersama 2300 pasukan, dan sejumlah helikopter Cobra dan Black Hawk, dan bahwa sekira 4000 militan bersenjata yang telah dilatih di Yordania telah ada di kawasan al-Tanaf di dalam perbatasan Suriah.

Sementara itu, al-Mayadeen mengutip keterangan beberapa sumber menyebutkan bahwa latihan perang pasukan AS dan sekutunya di Yordania merupakan kedok untuk melancarkan agresi militer ke wilayah Suriah.

Al-Mayadeen Senin malam (8/5/2017) melaporkan bahwa Suriah dan sekutunya memantau dari dekat perbatasan Yordania pergerakan AS, Inggris dan Yordania menuju Suriah.

Menlu Suriah Walid Moallem menegaskan, “Kami tidak ingin berkonfrontasi dengan Yordania, tapi jika pasukan Yordania masuk ke wilayah Suriah tanpa koordinasi dengan pemerintah Suriah maka akan dianggap sebagai agresor dan musuh.”

Jubir resmi pemerintah Yordania Mohammad al-Momani sebelumnya menyatakan negaranya jika perlu akan melakukan pertahanan di dalam wilayah Suriah.

“Sikap Yordania sudah solid dalam kebijakan pertahanan di dalam wilayah Suriah tanpa memerlukan intervensi militer,” kata al-Momani.

Sebuah latihan perang dengan sandi “Singa-Singa Siaga” telah dimulai Ahad lalu (7/5/2017) dengan melibatkan 7400 pasukan dari 21 negara dan mengerahkan dua pesawat bomber Angkatan Udara AS. (mm/rayalyoum/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL