NewYork, LiputanIslam.com – Draf resolusi Majelis Umum PBB anti kelompok pejuang Palestina Hamas yang diajukan pertama kalinya oleh Amerika Serikat (AS) gagal mendapat dukungan dalam pemungutan suara  mayoritas dua pertiga yang diperlukan di majelis ini pada Kamis (6/12/2018).

Sebelumnya, Kuwait hanya berhasil mendapat suara mayoritas sederhana hanya sebanyak tiga suara dalam menjalankan ketentuan prosedural yang mengharuskan draf itu mendapatkan suara mayoritas dua pertiga.

Dilaporkan bahwa di badan dunia yang beranggotakan 193 negara itu draf tersebut mendapatkan 75 suara setuju, 72 suara menentang, dan 26 abstein.

Draf itu berisikan kecaman terhadap Hamas karena telah “meluncurkan rudal dari Gaza” tanpa menyinggung agresi yang kerap dilakukan Israel terhadap orang-orang Palestina.

Duta Besar AS Nikki Haley sebelum pemungutan suara mengatakan kepada Majelis bahwa draf itu dapat mencetak sejarah terhadap Hamas yang dia sebut “salah satu kasus terorisme yang paling jelas dan mengerikan di dunia.”

Sebagai reaksi atas draf itu, di hari yang sama Irlandia dan Bolivia mengajukan draf yang menetralisir draf usulan AS, yaitu dengan menekankan penyelesaian masalah Palestina berdasar resolusi-resolusi terkait, termasuk resolusi  2334 Dewan Keamanan PBB yang mengecam pembangunan permukiman Zionis di Tepi Barat dan al-Quds Timur.

Draf ini menggaris bawahi keharusan  penghentian Israel atas pendudukan yang dilakukannya sejak tahun 1967 terhadap kawasan antara lain al-Quds Timur serta menekankan solusi dua negara dan kerukunan hidup bersama pada perbatasan yang telah diakui sesuai ketentuan tahun 1967. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*