iran saudiMultan, LiputanIslam.com – Pakar Pakistan Muhammad Akram Chaudhry dalam artikelnya di koran Nawai Waqt yang berbasis di Multan, Pakistan, Rabu (27/1) menyebutkan ada pihak-pihak tertentu yang berusaha menekan negara ini supaya berpihak kepada Arab Saudi di tengah ketegangan hubungan Saudi dengan Iran, namun upaya itu sia- sia.

Dalam artikel berjudul “Ketegangan Iran-Arab Saudi, Dimana Posisi Organisasi Kerjasama Islam (OKI)?” sembari mengritik sikap OKI dan menyinggung inisiatif Pakistan untuk meredakan gejolak Teheran – Riyadh, Chaudhry menyebutkan bahwa kekuatan-kekuatan besar, termasuk Amerika Serikat (AS), gagal mempengaruhi Pakistan supaya berpihak kepada Saudi dalam gejolak ini.

Menurutnya, khalayak regional dan dunia menyambut baik iktikad pemerintah dan militer Pakistan untuk membantu menyelesaikan kemelut hubungan Iran – Saudi yang sama-sama merupakan negara besar di Dunia Islam.

“Menengahi antara Teheran dan Riyadh merupakan ujian besar bagi Islamabad. Naifnya, lembaga yang disebut Organisasi Kerjasama Islam yang seharusnya berperan ternyata malah bungkam sehingga tanggungjawab ini diambil alih oleh negara-negara lain, termasuk Pakistan,” tulis Chaudhry, seperti dikutip IRNA.

Dia menambahkan, “Iran dan Pakistan adalah dua negara yang saling bertetangga serta memiliki hubungan historis dan perbatasan bersama yang panjang. Arab Saudipun juga memiliki hubungan yang lama dan kuat dengan Pakistan. Karena itu Islamabad tidak akan bersedia mengambil kebijakan yang berpihak di tengah ketegangan Teheran – Riyadh. Pakistan terpaksa menempuh kebijakan netral dan membantu penyelesaian ketegangan ini.”

Menurut Chaudhry, ada kalangan pakar dan media yang justru mengipasi ketegangan ini dengan cara mengangkat isu sektarian sehingga cenderung subyektif, distortif, diskriminatif dan sentimental.

“Tidak seharusnya mereka menyiramkan bensin pada api perselisihan dan ketegangan antarnegara Islam dengan cara mengangkat isu atau menuliskan materi-materi beracun dan tidak faktual. Analisa, laporan dan artikel diskriminatif tak ubahnya dengan campurtangan dalam urusan internal negara lain,” lanjutnya.

Chaudhry mengapresiasi parlemen, pemerintah dan militer Pakistan karena, menurutnya, telah berhasil mematahkan iktikad buruk kekuatan-kekuatan imperialis, terutama AS, untuk menjerumuskan Pakistan di tengah konflik Iran – Saudi. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL