rusia-suriahMoskow, LiputanIslam.com –   Militer Rusia, Jumat (16/12/2016), menyatakan pasukan Suriah telah menyisir kantung-kantung terakhir militan pemberontak di Aleppo.

“Operasi pembebasan Aleppo timur yang semula dikuasai oleh militan pemberontak sudah tuntas, dan pasukan pemerintah Suriah menyisir kantung-kantung para ekstrimis,” ungkap militer Rusia.

Suasana di Aleppo dikabarkan sudah tenang, tidak terdengar lagi kecamuk senapan otomatis dan senjata berat.  Yang terdengar hanya tembakan-tembakan sesaat pada Jumat pagi.

Sebelumnya militer Rusia menyatakan bahwa evakuasi militan oposisi dan keluarga mereka dari Aleppo timur sudah selesai dan tak ada yang tersisa lagi kecuali “para ekstrimis” yang menghendaki perang hingga titik darah penghabisan.

Namun sumber militer Suriah sendiri mengatakan bahwa operasi ini “belum selesai, melainkan ditangguhkan. “ Turki juga menyatakan proses evakuasi di Aleppo timur belum selesai.

Kepala Direktorat Operasi Utama pada Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, Letjen Sergey Rudskoy, menyatakan Amerika Serikat (AS) menolak inisiatif pengeluaran kawanan bersenjata dari Aleppo dengan berbagai macam dalih sehingga Rusia sendiri yang menerapkan inisiatif itu secara sepihak.

“Selama satu tahun kami telah berusaha dalam berbagai pertemuan dan perundingan dengan AS di berbagai level untuk mendorong AS menuju langkah-langkah operasional pemisahan antara oposisi moderat dan teroris, tapi AS menolak melakukannya dengan berbagai dalih,” ungkapnya dalam konferensi pers.

Dia menambahkan, “Saat itulah Rusia lantas mengusulkan upaya bersama untuk mengeluarkan teroris Jabhat al-Nusra dari Aleppo timur, tapi juga tidak mendapat sambutan dari AS. Sekarang tindakan ini kami lakukan sendiri.”

Rudskoy memastikan bahwa operasi pemisahan antara kelompok oposisi moderat dan kawanan teroris di Aleppo sudah selesai. Menurutnya, jumlah anggota kelompok-kelompok ekstrimis 4500 orang yang sebagian besar sudah dikeluarkan dari kota ini dalam jangka waktu 24 jam, dan dengan demikian maka selesailah pemisahan tersebut.

Menlu Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan proses evakuasi di kawasan-kawasan oposisi di Aleppo timur belum selesai.

“Proses evakuasi belum selesai, masih banyak orang yang ingin meninggalkan kawasan ini,” katanya dalam konferensi pers di Ankara tak lama setelah militer Rusia menyatakan proses itu sudah selesai, dan sebelum militer Suriah menyatakan proses itu belum selesai, melainkan ditangguhkan. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL