Washington, LiputanIslam.com –  Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendesak otoritas Arab Saudi agar menjelaskan di mana serpihan mayat wartawan Saudi Jamal Khashoggi yang terbunuh di konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018 agar dapat segera diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan.

Wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS Robert Palladino dalam jumpa pers, Kamis (1/11/2018), mengatakan, “Sisa-sisa mayat wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi harus ditempatkan dan dikembalikan ke keluarganya untuk dimakamkan sesegera mungkin.”

Palladino menambahkan bahwa Washington tidak hanya akan menghukum para pelakunya saja, melainkan juga orang-orang yang mendalangi pembunuhan dan semua orang yang terkait dan bertanggungjawab atasnya.

Menteri kehakiman Turki Abdulhamit Gul di hari yang sama menyatakan pihaknya mengharapkan kerjasama pemerintah Saudi untuk mengungkapkan tempat keberadaan mayat Khashoggi.

Sementara itu, koran The Washington Post di hari yang sama melaporkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed bin Salman (MbS) dalam komunikasi dengan para pejabat Gedung Putih telah menyebut Khashoggi “Islamis berbahaya”

Surat kabar AS itu mengutip melaporkan hal tersebut berdasarkan keterangan “orang-orang yang mengetahui” bahwa MbS dalam percakapan televon secara terpisah dengan Jared Kushner, penasehat dan menantu Presiden AS Donald Trump, dan Penasehat Keamanan Nasional AS John Bolton telah menyebut Khashoggi demikian beberapa hari setelah wartawan Saudi ini menghilang.

Menurut The Washington Post, MbS dalam percakapan itu meminta dukungan Kushner dan Bolton kepada persekutuan AS-Saudi, dan menyebut Khashoggi sebagai anggota kelompok Ikhwanul Muslimin yang ditentang oleh Bolton dan para pejabat senior lain dalam pemerintahan Trump.

Koran ini juga menyebutkan keterangan para narasumber itu bahwa para pemimpin Arab di Timteng telah menunjukkan dukungannya kepada MbS, dan bahwa dalam beberapa hari terakhir ini Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menghubungi para pejabat tinggi pemerintahan Trump serta menunjukkan dukungan masing-masing kepada MbS karena dia dipandang sebagai mitra strategis yang penting di Timteng. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*