yaman_aqap under strikeSanaa, LiputanIslam.com – Serangan masif tentara Amerika Serikat (AS) dan Yaman terhadap al-Qaida dilaporkan telah menewaskan sekitar 65 militan al-Qaida, setelah sebelumnya dilaporkan korban tewas berjumlah sekitar 47 orang.

Serangan itu sendiri berlangsung selama tiga hari terhadap kamp pelatihan kelompok al-Qaeda di Semanjung Arab (AQAP) serta tempat-tempat penyimpanan senjata mereka.

Pejabat keamanan Yaman menjelaskan bahwa operasi gabungan AS-Yaman untuk menumpas militan AQAP itu didukung pesawat tanpa awak (drone) milik AS. Dinas Rahasia AS (CIA) dan militer negara ini bekerjasama mengoperasikan program drone di Yaman, dan operasi yang dilakukan selama akhir pekan lalu itu diperkirakan sebagai serangan CIA.

Pejabat Yaman itu juga menyatakan bahwa operasi tersebut dilakukan dengan skala masif dan “belum pernah terjadi sebelumnya”, dan ini akan terus dilakukan untuk memburu milisi AQAP di wilayah selatan Yaman, yaitu propinsi Abyan, al-Bayda dan Shabwa. Pihak Yaman memperkirakan jumlah militan yang tewas bertambah dari 47 menjadi 65 orang.

Pajabat Yaman yang enggan disebutkan namanya itu menambahkan bahwa operasi militer besar-besaran itu dilancarkan setelah pihak keamanan mendapatkan informasi intelijen bahwa para elemen al-Qaida sedang berlatih melakukan serangkaian serangan terhadap beberapa instalasi vital keamanan dan militer serta kepentingan asing di Yaman.

Menurut dia, sejak Sabtu lalu beberapa unit drone milik AS telah melancarkan tiga kali serangan terhadap AQAP di sejumlah kawasan yang dianggap sebagai markas utama mereka. Serangan yang ketiga yang dilancarkan Sabtu malam berhasil membunuh satu komandan dan dua anggota AQAP.

Beberapa saksi mengatakan bahwa tak lama setelah serangan tiba-tiba sebuah helikopter yang tidak jelas identitasnya mendarat dan mengecek para korban. Menurut mereka, hal ini menunjukkan adanya tokoh penting di antara para korban.
Di pihak lain, AQAP menyatakan pihaknya telah mendapat dua kali serangan pesawat drone pada hari Sabtu dan Ahad lalu dan mengaku 40 anggotanya tewas akibat serangan tersebut. Dalam sebuah publikasi video AQAP berjanji akan terus melancarkan perang terhadap Barat.

Sementara itu, satu pejabat intelijen Yaman tewas dan satu lainnya cidera akibat dua orang bersenjata yang diduga sebagai anggota AQAP di Sanaa, Senin (21/4/2014). Sumber keamanan Yaman menyebutkan, dua anggota AQAP yang mengendarai motor telah mencegat mobil Kolonel Mohammad al-Arij di pusat kota Sanaa kemudian menembaki pejabat intelijen Yaman itu hingga tewas di tempat. Selain itu, satu rekan al-Arij menderita luka parah akibat serangan tersebut. (mm/wallstreetjournal/arabnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL