rusia vs turki2Istanbul, LiputanIslam.com – Surat kabar BirGün milik kubu oposisi Turki melaporkan bahwa pemerintah negara ini dibiarkan sendirian oleh Amerika Serikat (AS), dan bahkan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden AS Barack Obama juga ikut bicara mengenai bisnis gelap minyak kelompok teroris ISIS melalui Turki.

Celakanya lagi, lanjut BirGün sebagaimana dilaporkan IRNA, Rabu (2/12), pemerintah Uni Emirat Arab mengambil sikap yang menambah runyam posisi pemerintah Turki yang berasal dari Partai Keadilan dan Pembanguan (Adalet ve Kalkınma Partisi/AKP) terkait penembak jatuhan jet bomber Su-24 Rusia oleh angkatan udara Turki. Betapa tidak, Menteri Luar Negeri UEA Abdullah bin Zayed al-Nahyan menyebut penembakan itu sebagai serangan teror.

Lebih lanjut BirGün juga mengutip pernyataan Ketua Asosiasi Eksportir Minyak Iran Hassan Tajik bahwa ISIS menjual minyak sebanyak 700 – 800 barel/hari melalui Turki dengan separuh harga minyak internasional.

Menurut BirGün, pernyataan senada juga diungkapkan oleh mantan Sekjen Dewan Keamanan Nasional Irak Mowaffak al-Rubaie. Dalam wawancara dengan RT dia menyebutkan bahwa selama delapan bulan terakhir ini ISIS telah menjual minyak senilai USD 800 juta di pasar gelap Turki. Minyak itu kemudian disuling di kilang-kilang minyak Turki atau dikirim ke pasar-pasar dunia melalui Laut Tengah.

Para pejabat Turki sendiri, terutama Presiden Recep Tayyip Erdogan, menepis keras tudingan bahwa mereka mengetahui adanya bisnis minyak ISIS di Turki. Dalam statemen yang ditujukan kepada Putin dia bahkan mengaku siap meletakkan jabatannya jika Rusia dapat membuktikan masalah ini. Dia juga menantang presiden Rusia; “Tapi jika Rusia tidak dapat membuktikannya, apakah Putin juga siap mundur?” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL