Sanaa, LiputanIslam.com –  Lembaga pemberitaan Yaman yang berafiliasi dengan kubu mantan presiden Ali Abdullah Saleh, Rabu (19/4/2017), melaporkan bahwa  Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS) sepakat untuk memulai serangan rudal dari laut ke berbagai kota Yaman tanpa menggunakan jet tempur.

Sumber-sumber diplomatik papan atas menyebutkan bahwa dua negara musuh Yaman itu sepakat menghentikan penerbangan jet tempur Saudi di Yaman.  Mereka mengatakan keduanya menyetujui serangan terhadap para pejuang Ansarullah Yaman dilakukan melalui laut seperti yang belum lama ini dilakukan AS dari Laut Mediteranian terhadap lanud militer Shayrat milik Suriah.

Menteri Pertahanan AS Jim Mattis berkunjung ke Saudi dan mengadakan pertemuan dengan Raja Salman bin Abdulaziz  Rabu (19/4/2017). Pada kesempatan itu dia mengatakan, “Arab Saudi merupakan mitra AS, dan AS bertujuan mendorong berbagai kelompok Yaman supaya memulai perundingan secepatnya di bawah pengawasan PBB.”

Dia juga menekan keharusan menghentikan serangan rudal Ansarullah terhadap Saudi.

“Perang Yaman telah berkepanjangan, dan rudal-rudal Houthi (Ansarullah) telah menjatuhkan korban jiwa di wilayah Saudi, dan kami akan berusaha mendesak semua pihak agar berunding,” katanya.

Setelah dari Saudi dia juga berencana berkunjung ke Mesir, Qatar, Palestina pendudukan, dan Djibouti.

Sementara itu, Rabu kemarin rakyat Yaman memulai unjuk rasa di depan kantor perwakilan PBB di Sanaa, ibu kota Yaman, mengutuk blokade terhadap pelabuhan Hudaydah. Para demonstran rencananya akan terus bergerak hingga mencapai pelabuhan tersebut dalam jangka waktu 5-6 hari. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL