Washington, LiputanIslam.com –  Pemerintah Amerika Serikat (AS) menegaskan tekadnya untuk memperkarakan pemerintah Iran terkait dengan penangkapan dan jatuhnya korban jiwa dalam gelombang unjuk rasa protes yang terjadi di Iran.

“Kami tidak melupakan mereka. Kami mengutuk keras jatuhnya korban tewas dan penangkapan sedikitnya 1000 orang. Kami memiliki kewenangan yang luas untuk menghukum orang-orang yang melakukan tindak kekerasan terhadap para demonstran, terlibat dalam praktik perbudakan, dan melakukan pencurian dari rakyat Iran, ” kecam jubir Kemlu AS Heather Nauert, Kamis (4/1/2018).

Dia melanjutkan, “Kami katakan kepada para korban rezim (Iran), kami tidak akan melupakan kalian.”

Tampak bahwa pemerintah AS masih fokus pada serangkaian unjuk rasa protes berskala kecil dan sporadis, dan mengabaikan gelombang demonstrasi tandingan dan pro-pemerintahan Iran yang jumlah massanya jauh lebih besar dan merata seperti terlihat dalam tayangan berbagai saluran televisi resmi Iran.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Brigjen Abdolrahim Mousavi, Kamis, menyatakan siap membantu pasukan kepolisian menindak para demonstran perusuh jika hal ini diperlukan.

“Jika dirasa perlu maka angkatan bersenjata akan berpartisipasi dalam memerangi mereka yang dikendalikan oleh syaitan itu,” tegasnya. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL