London, LiputanIslam.com –  Surat kabar The Guardian terbitan Inggris mengabarkan bahwa para anggota Kongres Amerika Serikat (AS) dari partai Republik dan Demokrat sama-sama telah mengajukan rancangan undang-undang (RUU) penghentian penjualan senjata negara ini kepada Arab Saudi dan Uni Emirat Arab karena faktor perang Yaman.

Seperti diberitakan al-Alam, Senin (1/10/2018), The Guardian melaporkan, “50 anggota dua partai Republik dan Demokrat telah mengajukan sebuah rancangan yang berkonsekuensi penghentian penjualan senjata senilai US$ 2 miliar kepada Arab Saudi dan UEA akibat berlanjutnya serangan keduanya ke Yaman yang telah andil dalam terjadinya kondisi kemanusiaan terburuk di dunia.”

Koran ini menambahkan bahwa draf ini diperkirakan akan divoting di parlemen AS tersebut setelah pemilu paruh waktu pada November mendatang.

The Guardian mengingatkan, “Kondisi yang terburuk belum terjadi di Yaman  di tengah ketiadaan jalan penyelesaian apapun dan berlanjutnya dukungan AS kepada aliansi Saudi-UEA.”

Menurut koran ini, RUU baru itu merupakan reproduksi War Powers Resolution 1973 di mana para anggota parlemen berusaha mengajukannya dengan tujuan menarik seluruh militer AS serta mencegah AS secara hukum dari pemberian bantuan apapun kepada aliansi Saudi-UEA di Yaman.

Sebagaimana dikutip The Guardian, anggota Komisi Hubungan Luar Negeri Majelis Senat AS Bob Menendez yang berasal dari  Demokrat mengaku mendesak supaya penjualan senjata  ke Saudi dan UEA dihentikan karena dua negara ini “andil dalam merebaknya kehancuran dan penyakit dalam skala luas dan bahkan dengan kondisi kemanusiaan yang terburuk di dunia.”

PBB memperkirakan jumlah korban tewas dalam perang Yaman mencapai 16,000 orang. Tercatat sebanyak 22 juta orang atau 75 % penduduk Yaman membutuhkan berbagai bentuk bantuan kemanusiaan. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*