AS john kirby

Jubir Deplu AS John Kirby

Washington, LiputanIslam.com –   Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan akan menghentikan perundingannya dengan Suriah mengenai gencatan senjata di Rusia dengan dalih Moskow tidak konsisten kepada kesepakatan gencatan senjata.

“AS akan menangguhkan partisipasinya dalam kanal-kana bilateral dengan Rusia yang dibuka untuk mempertahankan kesepakan penghentian permusuhan. Keputusan ini diambil tidak dengan mudah,” ungkap jubir Departemen Luar Negeri AS John Kirby dalam sebuah statemennya, Senin (3/10/2016).

Dia menambahkan bahwa pasukan Rusia dan pasukan AS akan terus berkomunikasi untuk menghindari terjadinya konfrontasi antara keduanya dalam operasi militer masing-masing, dan Washington akan memulangkan delegasi yang dikirimnya ke Jenewa untuk mendirikan pusat koordinasi kolektif dengan Rusia.

Kirby juga mengatakan bahwa Moskow dan Damaskus telah memilih melanjutkan jalur militer sehingga keduanya dituding telah “menyasar fasilitas infrastruktur dan menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan kepada warga sipil”.

Di pihak lain, Rusia menyatakan prihatin atas keputusan AS tersebut, apalagi sebelumnya Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov sudah menyampaikan imbauan supaya kesepakatan antara keduanya tetap dipertahankan.

Dalam jumpa pers dia juga mengaku prihatian atas perkembangan situasi di Suriah dan akan berusaha memulihkan keadaan.

Menurutnya, kesepakatan Rusia – AS memang mengambang akibat “ketidak jelasan sikap AS”. Dia meminta AS mengatasi ketidak jelasan ini karena berdampak langsung terhadap kerjasama keduanya dalam penerapan kesepakatan.

Lavrov menyayangkan kegagalan Washington memisahkan kelompok-kelompok yang disebutnya oposisi moderat dari kelompok-kelompok lain yang disebut Moskow sebagai kawanan teroris.

Sementara itu, Utusan Khusus PBB untuk urusan Suriah Staffan de Mistura menyatakan “sangat prihatin” atas keputusan AS tersebut dan meminta supaya upaya pencarian solusi krisis Suriah tetap dilanjutkan.

Dia juga menegaskan bahwa PBB tidak akan membiarkan rakyat Suriah sendirian sampai perang dan kekerasan berakhir. (mm/reuters/raialyoum/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL