kapal-as-uss-mason

Kapal perang USS Mason milik AS

Washington, LiputanIslam.com –  Militer Amerika Serikat (AS), Selasa (11/10/2016), mengaku sedang mempertimbangkan tindakan apa yang akan dilakukannya terhadap milisi Ansarullah Yaman (Houthi) yang, menurutnya, diduga kuat telah menembakkan dua rudal terhadap kapal perang AS di Laut Merah Ahad lalu (9/10/2016).

Juru Bicara Pentagon, Kapten Angkatan Laut Jeff Davis,  mengatakan pihaknya masih menyelidiki insiden yang belum pernah terjadi sebelumnya itu, termasuk mengenai persisnya lokasi peluncuran rudal.

Ketika ditanya apakah AS telah mengembangkan target untuk kemungkinan serangan balasan, dia mengaku belum bisa mengkonfirmasinya.

“Kita masih melihat banyak hal. Kami sangat ingin sampai ke bawah apa yang terjadi. Kami akan mencari tahu siapa yang melakukan ini dan kami akan mengambil tindakan yang sesuai,” katanya.

Dia menambahkan, “Kami akan memastikan bahwa siapapun yang mengganggu kebebasan navigasi atau siapa saja yang menimbulkan resiko pada kapal perang AS mengerti bahwa mereka melakukannya dengan resiko mereka sendiri.”

Dia juga mengatakan bahwa penembakan rudal yang gagal itu dapat memperkuat campurtangan AS di Yaman, dan bahwa tindakan militer AS di Yaman lebih bertujuan memerangi kelompok teroris al-Qaedah di Semenanjang Arab (AQAP), bukan menumpas Ansarullah.

Beberapa waktu lalu, menyusul insiden penembakan rudal Ansarullah terhadap kapal perang Uni Emirat Arab di wilayah pantai kota Mukha, milisi ini mengancam akan menyerang kapal siapapun yang melanggar wilayah perairan Yaman.

Ancaman ini kemudian disusul dengan kedatangan kapal perang AS dengan dalih mengamankan kapal-kapal yang melintas di Perairan Laut Merah, dan lalu terjadilah “serangan rudal gagal” terhadap kapal perang USS Mason milik AS. (mm/foxnews/reuters/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL