NewYork, LiputanIslam.com –  Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan arogansinya di depan khalayak internasional terkait dengan kemelut Suriah.  Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB Nikki Haley melontarkan ancaman dengan mengatakan bahwa  jika Dewan Keamanan PBB gagal bertindak terhadap Suriah maka Washington siap “bertindak jika kita harus.”

Tindakan AS yang dia maksud itu mengacu pada serangan rudal AS tahun lalu terhadap sebuah pangkalan udara Suriah setelah AS menuduh tentara Suriah menggunakan senjata kimia.

Haley melontarkan pernyataan demikian, Senin (12/3/2018), saat mengungkapkan dukungannya  kepada draf resolusi yang menuntut penerapan gencatan senjata selama 30 hari di Damaskus dan Ghouta bagian timur, di mana pasukan Suriah menggempur kelompok- kelompok teroris yang kerap menyerang Damaskus.

“Bukanlah jalan yang kami sukai, tapi kami akan menempuh jalan yang pernah kami tunjukkan ini, dan kami siap untuk menempuhnya lagi … Bila masyarakat internasional secara konsisten gagal bertindak maka saat itulah berbagai negara terpaksa menempuh tindakan sendiri, “kata Haley kepada 15 anggota Dewan Keamanan, sembari memastikan bahwa resolusi gencatan senjata yang diputuskan oleh Dewan Keamanan dua minggu lalu” telah gagal. ”

Resolusi PBB 2401 terkait masalah ini telah disahkan dengan suara bulat oleh Dewan Keamanan pada 24 Februari lalu. Resolusi ini mendesak semua pihak yang terlibat dalam konflik Suriah menghentikan kontak senjata dan mematuhi jeda kemanusiaan di Suriah demi menjamin pengiriman bantuan kemanusiaan yang aman dan tanpa hambatan, termasuk evakuasi korban luka.

Sekjen PBB Antonio Guterres , Senin, menyayang kondisi resolusi itu.

“Perang tak berhenti…  Kekerasan terus berlanjut di Ghouta timur dan seterusnya – termasuk di Afrin di Idlib hingga Damaskus dan sekitarnya … Pengepungan tidak teratasi… Sepengetahuan kami, tidak ada satupun orang yang sakit parah atau terluka yang telah dievakuasi,” ungkapnya.

Rusia menegaskan bahwa gencatan senjata tidak dapat dipaksakan oleh Dewan Keamanan tanpa kesepakatan dengan pihak-pihak yang bertikai, sementara Damaskus berpendapat bahwa seruan gencatan senjata bertendensi melindungi kawanan teroris di Ghouta timur.

Duta Besar Rusia Vassily Nebenzia mengingatkan bahwa pemerintah Suriah berhak untuk berusaha mengatasi ancaman kawanan bersenjata terhadap keamanan warganya  karena Ghouta Timur yang dikuasai militan merupakan ” sarang terorisme. ” (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*