Tegucigalpa, LiputanIslam.com –   Amerika Serikat (AS) mengancam akan melakukan tindakan sepihak terhadap Iran, setelah Rusia menggunakan hak vetonya terhadap draf resolusi Dewan Keamanan PBB usulan Inggris terkait dengan perang Yaman.

“Jika Rusia terus menyokong Iran maka saat kami dan para sekutu kami perlu mengambil tindakan sendiri…  Jika kita tidak mau bertindak di Dewan maka kita harus mengambil tindakan kita sendir,” ujar Dubes AS untuk PBB Nikki Haley kepada wartawan saat berkunjung ke ibukota Honduras, Tegucigalpa, Senin (26/2/2018).

Dia tidak menyebutkan apa tindakan sepihak yang dia maksud, dan yang pasti ialah bahwa AS akan bergerak di luar kerangka Dewan Keamanan PBB.

Draf resolusi usulan Inggris itu antara lain memuat desakan agar senjata Iran jangan sampai jatuh ke tangan kelompok Ansarullah (Houthi) yang sudah hampir tiga tahun di Yaman berjuang melawan invasi militer pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi.

Veto Rusia tersebut merupakan kekalahan bagi AS yang telah melakukan lobi selama berbulan-bulan agar Iran dapat dimintai pertanggungjawaban di PBB, dan selama itu Washington juga menebar ancaman bahwa jika “bencana kekurangan” tidak diperbaiki maka  AS akan keluar dari kesepakatan nuklir Iran dengan lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman yang dicapai pada tahun 2015.

Halley juga menegaskan, “Jelas pemungutan suara ini tidak akan membuat keputusan mengenai kesepakatan nuklir. Yang bisa saya katakan adalah tidak membantu… Itu hanya memvalidasi sebagian besar apa yang sudah kami pikirkan bahwa Iran mendapat izin untuk berperilaku berbahaya dan ilegal.”

Seperti pernah diberitakan, Dewan Keamanan PBB menyetujui draf resolusi usulan Rusia yang berisi perpanjangan sanksi terhadap Yaman sampai tahun 2019 tanpa menyinggung laporan PBB mengenai Iran ataupun kemungkinan dilakukannya suatu tindakan terhadap Iran.

Laporan mengenai Iran yang dibuat oleh tim pakar PBB menyebutkan bahwa Iran telah melanggar sanksi persenjataan yang diputuskan pada tahun 2015 terhadap Yaman. Mereka menyatakan bahwa rudal-rudal yang dilesatkan Ansarullah (Houthi) ke Saudi pada tahun lalu adalah buatan Iran.

Iran sendiri sudah berulangkali membantah tuduhan menyuplai senjata kepada Ansarullah, antara lain dengan mengingatkan bahwa bagaimana mungkin Iran dapat mengirim senjata ke Yaman yang diblokade secara ketat oleh pasukan koalisi pimpinan Saudi yang dibantu oleh AS. (mm/alalam/ businessinsider)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*