Teheran, LiputanIslam.com –  Wakil Ketua Biro Politik Hamas, Salih Arouri, mengatakan bahwa kunjungan faksi pejuang Palestina ini ke Iran sekarang merupakan reaksi terhadap syarat dan tekanan Israel terhadap Hamas agar memutus hubungannya dengan Iran.

“Republik Islam (Iran) adalah pendukung tetap dan historis urusan Palestina. Iran juga mendukung resistensi Lebanon hingga Zionis terusir dari Lebanon. Karena itu dukungan Iran kepada urusan Palestina merupakan topik utama yang telah kami bahas dalam pertemuan-pertemuan kami dengan para pejabat Iran,” katanya.

Dia memastikan dukungan Iran kepada poros resistensi “tak pernah berhenti sama sekali”, dan sayap militer Hamas, Brigade al-Qassam, juga selalu menekankan bahwa “pendukung utamanya adalah Republik Islam”.

“Faksi-faksi muqawamah (resistensi), terutama Brigade Ezzeddin al-Qassam, merupakan titik temu terbesar untuk dukungan Republik Islam kepada faksi-faksi ini. Dukungan ini membuat faksi-faksi muqawamah berdiri solid di depan Rezim Zionis,” lanjutnya.

Mengenai dokumen politik Hamas, dia memastikan gerakan ini tidak pernah mengakui eksistensi Israel, dan “tidak akan mundur dari haknya melakukan perlawanan.”

Mengenai rekonsiliasi Palestina dia mengatakan, “Saudara-saudara di Iran telah menunjukkan dukungannya kepada rekonsiliasi, sedangkan rezim pendudukan (Israel), Amerika Serikat, dan musuh-musuh Palestina menolak rekonsiliasi. Kami siap menghadapi tekanan apapun yang bertujuan mencegah penyempurnaan rekonsiliasi Palestina.”

Menurutnya, rekonsiliasi Palestina tidak akan berdampak negatif bagi muqawamah.

“Kami akan terus melanjutkan perlawanan terhadap rezim pendudukan, dan tidak meletakkan senjata dalam menghadapi rezim ini,” tegasnya.

Menyusul rekonsiliasi Hamas dengan Fatah, Israel mengajukan  beberapa prasyarat perundingan damai dengan Palestina antara lain pengakuan Hamas atas eksistensi Israel, perlucutan senjata Hamas, dan penghentian hubungan faksi pejuang ini dengan Iran.

Pada awal Agustus lalu Hamas juga mengirim delegasi tingginya yang dipimpin Izzat al-Rishq dan dianggotai oleh Saleh al-Arouri, Zahir Jabarin, dan Usamah Hamdan.  Saat itu mereka datang ke Teheran atas undang resmi untuk mengikuti upacara pelantikan Hassan Rouhani sebagai presiden Iran untuk kedua kalinya. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL