karbala arbain01Karbala, LiputanIslam.com – Kota Karbala, Irak, Kamis (3/12) tergulung lautan manusia yang berpakaian serba hitam . Puluhan juta manusia berkumpul di kota itu untuk menandai puncak peringatan Arbain Husain (40 hari kesyahidan cucu Nabi saw, Imam Husain ra).

Ketua Dewan Permusyawaratan Provinsi Karbala Nasif Jasim al-Khitabi, sebagaimana dilansir Alalam, menyebutkan jumlah pelayat yang mengikuti pertemuan superakbar ini jauh melampau angka 20 juta, dan semua sektor keamanan, pelayanan dan kesehatan berjalan lancar dan sukses.

karbala arbain02

Posko jamaah dari Arab Saudi

Menteri Transportasi Baqir al-Zobeidi memperkirakan jumlah pelayat pada hari Kamis mencapai 27 juta orang, sementara otoritas Irak mengumumkan sebanyak lebih dari 35000 personil keamanan telah dikerahkan untuk melindungi para peziarah, dan ada ribuan posko (maukib) didirikan dan disebar untuk untuk memberikan jamuan makanan dan minuman serta layanan kesehatan yang semua diberikan secara gratis.

Layanan gratis untuk para tamu Imam Husain ra menimbulkan kesan tersendiri, dan cukup beralasan jika seseorang berangan-angan betapa indahnya seandainya jemaah haji dan para tamu Baitullah al-Haram dan makam suci Baginda Nabi saw di Madinah al-Munawwarah yang jumlahnya hanya dua juta setiap musim haji juga ditangani dengan mental persaudaraan dan pelayanan sedemikian rupa.

karbala arbain03

Posko jamaah dari Kuwait.

Lautan manusia yang berkumpul di sana dengan berbagai suku dan bangsanya, Arab dan non-Arab, terbagi dalam dua kelompok; satu kelompok pelayat (aza’iyyah), dan yang lain kelompok posko-posko pelayanan (mawakib khadamiyyah).

karbala arbain04

Petugas pemantau CCTV

Dalam foto-foto yang dilansir FNA terlihat beberapa posko yang memajang spanduk bertuliskan nama negara atau kota asal masing-masing, yaitu Yaman, Bahrain, Kuwait serta kota-kota di Arab Saudi, termasuk Madinah al-Munawwarah.

Sementara itu, wakil gubernur Karbala Jasim al-Fatlawi mengatakan kedatangan samudera manusia itu menyebabkan libur resmi selama lebih satu minggu di provinsi ini.

“Sejak hari Rabu lalu kami umumkan libur resmi di provinsi Karbala akibat padatnya peziarah dan sulitnya para pegawai menjangkau kantor-kantor mereka,” katanya.

Namun demikian, lanjutnya, kantor-kantor layanan dan keamanan tetap kontinyu bekerja melayani para peziarah.

Dia juga menyebutkan bahwa Perdana Menteri Irak Haider Abadi Selasa lalu juga mengumumkan hari Kamis (3/12) sebagai hari libur resmi.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, rapat dan pawai akbar Arbain Husaini selalu dibayangi ancaman serangan teror, terutama dari kelompok bengis ISIS. Namun demikian, sejauh ini tak ada laporan mengenai adanya insiden serangan teror maupun insiden maut lainnya semisal insiden saling berdesakan sebagaimana terjadi Mina, Mekkah, beberapa waktu lalu, meskipun jumlah manusianya jauh melampaui peserta ibadah haji. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL