Ankara, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyatakan bahwa Jaksa Agung Arab Saudi Saud bin Abdullah bin Mubarak al-Mujib dalam pertemuan dengan sejawatnya di Istanbul, Turki, mengakui bahwa pembantaian terhadap jurnalis Saudi Jamal Khashoggi “telah dipersiapkan sebelumnya.”

Dalam konferensi pers bersama sejawatnya dari Georgia dan Azerbaijan, Senin (29/10/2018), Cavusoglu mengatakan, “Pertukaran informasi antara Jaksa Agung Saudi dan sejawatnya di Turki dalam kasus Khashoggi akan bermanfaat.”

Dia berharap, “Saudi akan menuntaskan penyelidikan pembunuhan Khashoggi dalam tempo secepatnya.”

Cavusoglu melanjutkan, “Kunjungan Jaksa Agung Saudi sangat penting dan dilakukan atas permintaan Riyadh. Kerjasama antara Jaksa Agung Saudi dan sejawatnya di Turki dalam kasus Khashoggi hendaknya dilanjutkan tanpa membuang waktu.”

Saud al-Mujib telah tiba di Turki, Senin, dan dijadwalkan mengunjungi Konsulat Saudi di Istanbul untuk penyelidikan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada 26 Oktober lalu mengatakan bahwa Turki memiliki banyak fakta baru mengenai pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, namun Turki menganggap masih terlalu dini untuk memublikasikan semua informasi yang ada.

Erdogan mencatat bahwa pembunuhan Jamal Khashoggi bukanlah kejahatan biasa, dan bahwa 18 orang telah dicurigai sebagai pelaku pembunuhan, dan pihak berwenang Saudi harus menyelidiki kasus ini.

Khashoggi yang dikenal karena kritis terhadap kebijakan Riyadh menghilang setelah memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu.  Beberapa hari kemudian, polisi Turki memulai penyelidikan, dan pada 20 Oktober otoritas Saudi mengakui keterbunuhan Khashoggi, namun bukan dengan pembunuhan terencana, melainkan akibat “perkelahian”.

Jaksa Agung Saudi Saud al-Mujib mengatakan 18 warganegaranya itu masih diselidiki dan identitasnya belum diungkap.

Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan para pembunuh Khashoggi harus diadili di Turki.

“Meskipun Khashoggi tewas di konsulat Saudi, kejahatan itu dilakukan di Turki, yang membuat Ankara lebih memperhatikan ini… Menimbang bahwa Khashoggi dibunuh secara brutal, Saudi harus melakukan segala kemungkinan untuk menemukan dan menghukum para penjahat,” desaknya.

Erdogan menyebutkan bahwa Saudi mengklaim mayat Khashoggi telah diserahkan kepada seseorang di Turki.

“Jika Arab Saudi mengklaim mayat Khashoggi telah diserahkan kepada seseorang, maka nama orang itu harus diungkapkan,” kata Erdogan. (mm/rt/trend)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*