egypt clashKairo, LiputanIslam.com – Tiga orang dilaporkan tewas dalam bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan di distrik el-Ayat, provinsi Giza Mesir, Jumat (6/6/2014). Selain itu, beberapa orang cidera terkena senapan burung dan gas air dalam bentrokan lain yang terjadi kota Alexandria dan Kairo.

Menurut laporan al-Jazeera, dua dari tiga korban tewas di distrik el-Ayat adalah anggota massa pengunjuk rasa yang roboh diterjang peluru ketika aparat berusaha membubarkan demonstrasi anti kudeta presiden Morsi, sedangkan satu lainnya adalah seorang mahasiswa Universitas al-Azhar yang diterjang peluru nyasar aparat ketika berada di dalam rumahnya di desa tersebut.

Di kota Alexandria, tentara dan polisi Mesir juga berusaha membubarkan demonstrasi serupa di dua lokasi, mengakibatkan puluhan orang cidera dan beberapa lainnya ditangkap. Para korban luka kebanyakan terkena peluru senapan burung dan tembakan gas air mata.

Di Kairo, gerakan “Mahasiswa Anti Kudeta Mesir” menyebutkan bahwa aparat keamanan telah menembakkan gas air mata dan peluru senapan burung untuk membubarkan konsentrasi massa mahasiswa di kawasan Nasr City, menyebabkan sejumlah mahasiswa cidera.

Mahasiswa saat itu memrotes hasil pemilu, menolak kemenangan Abdel Fattah al-Sisi dalam pemilu, dan menyatakan bahwa Mesir hanya memiliki satu presiden yang sah, yaitu Mohamed Morsi yang dikudeta oleh pihak militer 3 Juli 2013.

Juru bicara gerakan itu, Mahmoud al-Azhari, mengatakan insiden itu menyebabkan puluhan mahasiswa cidera dan dilarikan ke posko kesehatan darurat.

Unjuk rasa protes oleh massa anti kudeta juga digelar pada Jumat pagi di provinsi Kairo, Gizza, Sharqiya, Kafar al-Sheikh, Ismailiah dan Daqahlia.

Sejak peristiwa kudeta Morsi, Negeri Piramida itu sering dilanda unjuk rasa massa pendukung Morsi yang kemudian berubah menjadi kerusuhan dan bentrokan antara demonstran dan aparat. Sejauh ini lebih dari 1,400 orang tewas dan ribuan lainnya dijebloskan ke dalam penjara. Selain itu ratusan pendukung Morsi juga dijatuhi hukuman mati oleh otoritas Mesir.

Para simpatisan kelompok Ikhwanul Muslim tak henti-hentinya menuntut pemulihan kedudukan Morsi sebagai presiden Mesir. Belum lama ini Morsi dari dalam penjara menyebar surat seruan kepada para pendukungnya supaya terus melanjutkan “revolusi damai” melawan otoritas yang didukung militer. (mm/aljazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL