Teheran, LiputanIslam.com –  Dirjen Badan Manajemen Krisis Iran di provinsi Khuzestan, Kiamras Hajizadeh, menyatakan bahwa sejauh ini  seluruh dan atau sebagian warga telah dievakuasi dari tempat tinggal mereka yang tersebar di 110 desa yang rawan terkena bencana banjir.

Kepada wartawan kantor berita resmi Iran, IRNA, Jumat (5/4/2019), Hajizadeh menejlaskan bahwa desa-desa ini telah dikosongkan secara keseluruhan dan atau sebagian karena terjadi peningkatan volume air yang meluap dari waduk Dez, Karkh dan Karon, demi menghindari resiko.

Dia menyebutkan bahwa sebanyak 43 kamp telah didirikan di tempat-tempat yang aman untuk warga yang dievakuasi, dan sejauh ini sudah ada 25.000 warga yang tertampung.

Dilaporkan bahwa banjir telah menyapu beberapa provinsi di Iran, termasuk Mazandaran dan Golestan (utara), Khuzestan (barat daya), Larestan (barat) dan Fars (selatan), hingga menyebabkan banyak kerusakan pada infrastruktur,  rumah-rumah, properti, dan lahan pertanian di daerah yang dilanda banjir. Bencana banjir ini juga menewaskan 70 orang dan melukai sekitar 800 lainnya.

Menteri Dalam Negeri Iran Abdulreza Rahmani Fazli mengatakan bahwa banjir mengancam 400.000 orang di berbagai kota dan desa di provinsi Khuzestan.

Dia menjelaskan bahwa setelah ada peninjauan langsung ke berbagai area untuk mengetahui situasi diputuskan untuk meningkatkan keadaan siaga di provinsi tersebut dan upaya meminimalisasi dampak bencana.

Fazli juga mengatakan bahwa dengan mengarahkan banjir ke dataran serta peledakan saluran dan pengaliran air ke rawa-rawa, pemerintah provinsi berhasil menyelamatkan beberapa kota, termasuk Hamidiyah, Susangerd, dan Bostan, dari bahaya banjir. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*