Sanaa, LiputanIslam.com –  Berbagai media yang berafiliasi dengan kelompok Ansarullah (Houthi) di Yaman melontarkan kecaman pedas terhadap mantan presiden Ali Abdullah Saleh dengan menyebutnya “pengkhianat dan pengecut” serta mendesak supaya dia diadili.

Serangan media Ansarullah ini terjadi akibat ledakan pertikaian antara keduanya menyusul terungkapnya dokumen di mana Partai Kongres Rakyat pimpinan Saleh mengancam akan menyudahi koalisinya dengan Ansarullah jika Ansarullah “melanjutkan politik penindasan dan kesewenang-wenangan.”

TV al-Masirah milik Ansarullah menuding Saleh berkhianat, berusaha kabur ke luar negeri, dan keluar dari persekutuannya dengan kelompok pimpinan Abdel Malik al-Houthi tersebut.

Situs al-Mashhad al-Yemeni, Jumat (20/10/2017), melaporkan bahwa “suara-suara Houthi” melalui radio FM Sam milik Ansarullah pada Kamis lalu telah menghujat Saleh dan mendesak supaya dia diadili, dan lalu ada penelpon yang meminta supaya dia “diikat”.

Abdul Quddus Taha al-Houthi yang dekat dengan Abdel Malik al-Houthi dalam sebuah siaran langsung FM Sam meminta kelompok al-Houthi bergerak dan mendatangi rumah “presiden tercopot”. Melalui telefon dia juga meminta Saleh diikat di gebang Sanaa, ibu kota Yaman. Permintaan ini kemudian diiyakan oleh direktur radio tersebut.

Para penelpon lain dari kelompok Houthi juga menegaskan keharusan pengadilan terhadap “srigala makar” dan mengimbau para pemimpin mereka supaya menindak tegas sikap “plin-plan” Saleh. (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL